Dukung Ketahanan Energi, Elnusa Petrofin Perkuat Transformasi Digital

Ilustrasi. Foto: Elnusa Petrofin.

Dukung Ketahanan Energi, Elnusa Petrofin Perkuat Transformasi Digital

Husen Miftahudin • 17 July 2026 13:43

Jakarta: PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat keunggulan operasional dan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi dalam mendukung distribusi energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Memasuki usia ke-30 tahun, perusahaan menegaskan komitmennya menghadirkan layanan logistik energi yang semakin andal melalui penguatan transformasi digital, pengelolaan risiko operasional, serta peningkatan standar keselamatan kerja.

Selama tiga dekade beroperasi, Elnusa Petrofin berkembang menjadi penyedia solusi logistik energi terintegrasi yang melayani distribusi BBM, LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, pengelolaan terminal energi, hingga layanan chemical logistics. Saat ini perusahaan mengelola operasional di lebih dari 98 lokasi di seluruh Indonesia dan mendukung distribusi energi melalui jaringan 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga.

Untuk menunjang operasional tersebut, perusahaan memperkuat transformasi digital melalui Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi selama 24 jam. Sistem ini terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan 2.200 unit CCTV armada sehingga memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, hingga performa operasional secara real-time melalui dashboard terpusat.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin Ferdiansyah mengatakan keunggulan operasional perusahaan dibangun melalui integrasi antara sistem kerja dan budaya keselamatan.

"Bagi Elnusa Petrofin, operational excellence dan HSSE excellence merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kami membangun sistem, proses, dan budaya kerja yang memastikan setiap distribusi energi dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia," kata Ferdiansyah dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Sebagai bagian dari pengendalian risiko, Elnusa Petrofin menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi. Sistem ini memungkinkan identifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan rute hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan.

Perusahaan juga menjalankan program Fit to Work guna memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap bertugas sebelum melakukan distribusi. Program tersebut didukung pemanfaatan CCTV armada dan pusat pemantauan yang memungkinkan pengawasan kondisi pengemudi secara real-time untuk meminimalkan risiko kelelahan maupun human error.

Selain itu, perusahaan menyediakan Rest Area dan Check Point di sejumlah jalur distribusi strategis sebagai fasilitas istirahat bagi pengemudi guna menjaga kewaspadaan selama perjalanan jarak jauh.
 



(Ilustrasi. Foto: Elnusa Petrofin)
 

Digitalisasi perawatan armada


Dalam menjaga keandalan armada, Elnusa Petrofin menerapkan Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi bersama Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Proses inspeksi kendaraan dilakukan secara berkala, sementara seluruh data pemeliharaan terdokumentasi melalui aplikasi Operational Maintenance Information (OMI) untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Di sisi keamanan distribusi energi, perusahaan menerapkan sistem surveilans pada sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, antara lain di Jambi, Medan, dan Pontianak. Sistem tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek keamanan dan pengendalian operasional agar seluruh proses penyaluran berlangsung sesuai standar keselamatan.

Keunggulan operasional Elnusa Petrofin juga diterapkan dalam pengelolaan berbagai fasilitas energi, seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, dan LPG Terminal Amurang.

Perusahaan mengimplementasikan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) yang diperkuat melalui studi risiko Hazard Identification (HAZID) dan Hazard and Operability Study (HAZOP) untuk memastikan integritas aset dan keselamatan proses operasi.

Penguatan sistem tersebut turut mendukung pelaksanaan berbagai agenda strategis nasional, termasuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam periode tersebut, Elnusa Petrofin secara konsisten mengerahkan lebih dari 7.000 Awak Mobil Tangki untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG di seluruh Indonesia.

"Kami akan terus menghadirkan inovasi, memperkuat keandalan operasional, dan meningkatkan standar keselamatan agar Elnusa Petrofin dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Ferdiansyah.

(Husen Miftahudin)