Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Sepekan, Pasar Modal Indonesia Bakal Diselimuti Sentimen Eksternal
Annisa Ayu Artanti • 12 June 2023 12:12
Jakarta: Pasar modal Indonesia masih akan dihantui oleh beberapa faktor eksternal, yang nantinya akan berimbas pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Mino menyampaikan, pada minggu ini sentimen domestik relatif lebih sepi karena tidak adanya data ekonomi yang dirilis.
Meski demikian, pasar masih akan bergairah dengan sejumlah sentimen eksternal, seperti inflasi Mei baik di tingkat konsumen maupun produsen, kebijakan suku bunga acuan dan Fed Fund Rate.
"Inflasi Mei baik di tingkat konsumen maupun produsen menurut konsensus akan berada kembali turun menjadi 4,1 persen secara tahunan (yoy) dari sebelumnya 4,9 persen. Jika sesuai konsensus maka inflasi Amerika telah mengalami penurunan selama sebelas bulan berturut-turut pascamencapai puncaknya di level 9,1 persen yoy pada Juni 2022," jelas Mino dalam analisis mingguan, Senin, 12 Juni 2023.
Sementara itu, lanjutnya, inflasi inti juga diperkirakan akan turun ke level 5,3 persen yoy dari sebelumnya di Maret sebesar 5,5 persen yoy.
Tidak berbeda dengan inflasi di tingkat konsumen, imbuhnya, inflasi di tingkat produsen juga diprediksi akan kembali turun menjadi 1,5 persen yoy dari sebelumnya 2,3 persen.
Menurutnya, jika sesuai konsensus penurunan inflasi tersebut merupakan yang ke empat belas kalinya secara berturut-turut paska sempat melonjak hingga 11,7 persen di Maret 2022.
Terkait kebijakan suku bunga acuan, Mino menjelaskan, setelah bulan lalu The Fed kembali menaikan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 5,25 persen atau sesuai dengan ekspektasi pasar, pada bulan ini Bank Sentral Amerika diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen untuk pertama kalinya sejak Mei 2022.
Oleh karena itu, sentimen eksternal yang wajib diperhatikan pada minggu ini yakni terkait Fed Fund Rate.
"Menurut data dari FedWatch Tool, probabilitas Bank Sentral Amerika untuk mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini atau 5,25 persen sebesar 70,1 persen," katanya.