Ribuan bangkai ikan terlihat di salah satu area di Sungai Amazon Brasil, 27 September 2023. (AP/Edmar Barros)
Ratusan Lumba-Lumba di Amazon Mati Diduga akibat Suhu Air Tinggi
Marcheilla Ariesta • 1 October 2023 14:38
Brasilia: Lebih dari 100 ekor ikan lumba-lumba ditemukan mati di Amazon Brasil. Kematian ini terjadi di tengah kekeringan bersejarah dan suhu air yang mencapai rekor tertinggi yang di beberapa tempat bahkan melebihi 39 derajat Celcius.
"Lumba-lumba yang mati semuanya ditemukan di Danau Tefé selama tujuh hari terakhir," kata Institut Mamirauá, sebuah fasilitas penelitian yang didanai oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan Brasil.
Laman CNN, Minggu, 1 Oktober 2023, melaporkan bahwa berdasarkan catatan institut tersebut, tingginya jumlah kematian lumba-lumba merupakan hal yang tak biasa. Mereka memperkirakan suhu danau yang mencapai rekor tertinggi serta kekeringan bersejarah di Amazon mungkin menjadi penyebabnya.
Hal ini kemungkinan akan menambah kekhawatiran para ilmuwan iklim atas dampak aktivitas manusia dan kekeringan ekstrem terhadap wilayah Amazon di Brasil.
"Masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kejadian ekstrem ini, namun menurut para ahli kami, hal ini pasti terkait dengan periode kekeringan dan suhu tinggi di Danau Tefé, yang di beberapa titik suhunya melebihi 39 derajat Celsius," kata para peneliti institut tersebut.
Sungai Amazon, saluran air terbesar di dunia, saat ini sedang memasuki musim kemarau, dan beberapa spesimen fauna sungai juga mengalami suhu yang mencapai rekor tertinggi.
Para peneliti dan aktivis mencoba menyelamatkan lumba-lumba yang masih hidup dengan memindahkan mereka dari laguna dan kolam di pinggiran sungai ke bagian utama sungai yang airnya lebih dingin. Namun, operasi tersebut tidak mudah karena letaknya yang terpencil.
"Memindahkan lumba-lumba sungai ke sungai lain tidaklah aman karena penting untuk memverifikasi apakah ada racun atau virus (sebelum melepaskan hewan tersebut ke alam liar)," ucap André Coelho, peneliti di Institut Mamiraua.
Kekeringan di Amazon juga berdampak pada perekonomian.
Ketinggian air di bawah rata-rata telah dilaporkan di 59 kota di Negara Bagian Amazonas, sehingga menghambat aktivitas transportasi dan penangkapan ikan di sungai.
Pihak berwenang memperkirakan akan terjadi kekeringan yang lebih akut dalam beberapa minggu ke depan, yang dapat mengakibatkan kematian lumba-lumba lebih lanjut.