DPS Sukoharjo untuk Pilkada 2024 Mencapai 685.670

Ilustrasi. Medcom.id

DPS Sukoharjo untuk Pilkada 2024 Mencapai 685.670

Triawati Prihatsari • 12 August 2024 12:17

Sukoharjo: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 685.670 untuk Pilkada 2024. Jumlah tersebut untuk 12 kecamatan yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

"Dilakulan penetapan DPS melalui rapat pleno tadi malam. Dihadiri seluruh anggota PPK dari 12 kecamatan, Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, perwakilan Partai Politik. Ditetapkan jumlah DPS 685.670," kata Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Syakbani Eko Raharjo, di Sukoharjo, Senin, 12 Agustus 2024. 
 

Baca: Jusuf Hamka Ditugasi Golkar Dampingi Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar
 
Jumlah DPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Bupati dan Wakil Bupati 2024 tersebut terdiri dari 338.543 pemilih laki-laki dan 347.127 pemilih perempuan. Penetapan DPS dilakukan berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) berjejang dari tingkat PPS dan PPK. 

Menurutnya jumlah pemilih terbanyak berada di Kecamatan Grogol sebanyak 91.041 disusul Kecamatan Kartasura sebanyak 82.717 pemilih. Kemudian Kecamatan Sukoharjo Kota dengan daftar pemilih sementara 74.538.

"Wilayah dengan DPS terendah yakni Kecamatan Bulu dengan 28.794 dan Kecamatan Nguter dengan 42.170 pemilih. DPS akan diumumkan kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan dan masukan. Kalau ada data pemilih yang tidak sesuai dan tercecer dapat memberikan tanggapan dan masukan," jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Rochmad Basuki mengapresiasi kinerja KPU Kabupaten Sukoharjo. Namun pihaknya tetap memberikan beberapa catatan untuk diperhatikan dan bisa untuk perbaikan ke depannya. 

"Yang pertama itu terkait dengan sumber data. Yang kedua terkait dengan kepatuan pantarlih dalam melakukan kerja-kerja mutarlihnya. Memang ada beberapa yang tidak patuh, kemudian kami minta untuk melakukan coklit ulang. Lalu ketiga terkait dengan ketepatan waktu. Itulah problem-problem mendasar yang terjadi pada Coklit Pilkada 2024," ungkapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)