Padukan Kuliner dan AI, Peserta Pelatihan di Bintaro Raup Omzet Jutaan Rupiah dalam Sehari.
Teknologi AI Mulai Diadopsi untuk Dorong Usaha Kuliner Rumahan
15 January 2025 19:56
Tangerang: Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) mulai merambah sektor UMKM rumahan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Hal ini ditunjukkan dalam program pelatihan kewirausahaan kuliner yang menggabungkan keterampilan produksi makanan dengan strategi promosi berbasis digital.
Program hasil kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS), Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ), dan Gemawira ini melatih para ibu rumah tangga memproduksi menu klappertaart dan buko pandan.
Selain teknis memasak, peserta dibekali kemampuan menggunakan Generative AI untuk menciptakan konten promosi secara instan.
Founder YIS Sandiaga Uno menjelaskan, adopsi teknologi ini bertujuan agar pelaku usaha mikro dapat langsung bersaing di pasar digital. "Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membuat konten promosi dan langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama," jelasnya.
Data hasil pelatihan menunjukkan efektivitas penggunaan alat digital tersebut. Para peserta mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 3.093.500 dalam satu hari.
Total penjualan terdiri dari 92 porsi klappertaart dan 82 porsi buko pandan dengan kisaran harga jual Rp 12.000 hingga Rp 25.000 per porsi.
Ketua Gemawira, Diantri Lapian, mengungkapkan bahwa pemilihan menu kuliner didasarkan pada efisiensi biaya bahan baku agar margin keuntungan bagi keluarga tetap optimal.
Sementara itu, Ketua Bank Infaq MRBJ, Eva Syarief, menekankan bahwa integrasi teknologi dan keterampilan kuliner ini diharapkan dapat menciptakan lapangan usaha baru bagi ibu rumah tangga.
"Ilmu dan pengalaman ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha masing-masing demi dampak ekonomi bagi peserta," kata Eva.
Sebagai tindak lanjut, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga minggu. Fokus pendampingan meliputi penguatan strategi pemasaran digital dan diskusi tantangan operasional usaha untuk memastikan keberlanjutan ekonomi keluarga secara jangka panjang.