Salah satu rumah warga terendam banjjr akibat hujan deras dan meluapnya air sungai, di Banda Aceh, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/HO/BPBA)
Enam Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai
Silvana Febiari • 1 November 2026 09:46
Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan personel untuk memantau sejumlah lokasi di Kecamatan Pante Ceureumen sejak Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Wilayah tersebut terendam banjir akibat luapan air sungai, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 30 sentimeter.
“Banjir ini dipicu oleh luapan sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan di Aceh Barat, dikutip dari Antara, Minggu, 1 November 2026.
Enam desa yang terendam banjir luapan air sungai di Kecamatan Pante Ceureumen, di antaranya Desa (Gampong) Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, serta Canggai. Banjir mulai menggenangi permukiman warga dan akses jalan sejak pukul 20.00 WIB, setelah kawasan ini dilanda hujan lebat sejak dua hari belakangan ini.
Hingga menjelang tengah malam, kondisi di lapangan menunjukkan intensitas hujan di Pante Ceureumen masih terpantau tinggi. Beberapa gampong dilaporkan masih tergenang air.
Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Aceh Barat bersama unsur terkait menyiagakan personel di posko markas komando untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
“Melalui arahan pimpinan, Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus memantau secara intensif perkembangan banjir di beberapa wilayah terdampak,” ungkap dia.
_11zon.jpg)
Ilustrasi banjir. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
BPBD Aceh Barat juga menyiagakan tim rescue guna melakukan langkah-langkah penanganan darurat jika kondisi memerlukan evakuasi atau aksi lebih lanjut. Berdasarkan laporan sementara di lapangan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
BPBD masih mendata kerugian material dan kerusakan infrastruktur seiring surutnya air. Penanganan banjir melibatkan personel BPBD dan masyarakat setempat yang turut memantau kondisi wilayah.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tetap meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem dan potensi hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.