Ilustrasi: Seorang ibu dan anaknya berusaha menembus banjir yang merendam kawasan rumahnya di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Minggu (1/11/2026). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye
Hujan Deras Picu Banjir di 44 Desa di Aceh Barat
Lukman Diah Sari • 3 November 2026 11:47
Meulaboh: Sebanyak 44 desa di 10 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terdampak banjir, setelah diguyur hujan lebat dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah mengerahkan petugas ke lokasi terdampak banjir.
“Kami masih mengerahkan petugas untuk memastikan dampak dari bencana banjir yang terjadi saat ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan, Selasa, 3 November 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Banjir di 22 Desa di Pidie Jaya Mulai Surut
-
Kecamatan Pante Ceureumen: Gampong/Desa Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo (badan jalan dan pagar sekolah tergerus air), dan Seumantok.
-
Kecamatan Sungai Mas: Gampong Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong.
-
Kecamatan Woyla Barat: Cot Rubek, Cot Rambong, Lhok Malee, Napai, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah.
-
Kecamatan Woyla: Cot Keumudee, Pasi Birah, Aron Tunong, Ie Itam Tunong, Ie Itam Baroh, Ranto Pantang, Blang Mee, Drien Mangko, dan Pasi Ara KB.
-
Kecamatan Woyla Timur: Pasie Ara dan Leubok Pantang.
-
Kecamatan Arongan Lambalek: Peuribu dan Teupin Peuraho.
-
Kecamatan Panton Reue: Meugo Cut, Ujong Raja, Meutulang, dan Paya Baro Muko.
-
Kecamatan Kaway XVI: Simpang Peunia, Pasie Jeumpa, Muko, Palimbungan, Tanjong Bungong, Padang Mancang, dan Meunasah Rambot.
-
Kecamatan Meureubo: Pasi Masjid
-
Kecamatan Johan Pahlawan: Desa Pasi Leuhan.

Ilustrasi: Seorang ibu dan anaknya berusaha menembus banjir yang merendam kawasan rumahnya di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Minggu (1/11/2026). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/kye
Dharmawan menjelaskan banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai utama, yakni Krueng/Sungai Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas sejak Sabtu, 31 Oktober 2026.
"Luapan sungai tersebut mengakibatkan puluhan desa di berbagai kecamatan tergenang air, serta merusak sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum," ujarnya.