KBRI Roma Gelar Resepsi Diplomatik Rayakan HUT ke-81 RI dan TNI

KBRI Roma menggelar resepsi diplomatik untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI . Foto: KBRI Roma

KBRI Roma Gelar Resepsi Diplomatik Rayakan HUT ke-81 RI dan TNI

Fajar Nugraha • 30 October 2026 15:39

Roma: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma menggelar resepsi diplomatik untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan TNI di Wisma Duta, Roma, Italia, Senin 27 Oktober 2026.

Perayaan tersebut menyoroti penguatan hubungan Indonesia-Italia di bidang ekonomi, pertahanan, dan kebudayaan.

“Hubungan kedua negara semakin erat. Ia menyebut Indonesia dan Italia memiliki kesamaan sebagai masyarakat maritim yang terbuka terhadap pertukaran budaya dan persahabatan,” Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang, dalam pernyataan KBRI Roma, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 30 Oktober 2026.

Resepsi dihadiri Wakil Menteri Enterprise dan Made in Italy Valentino Valentini sebagai tamu kehormatan, sejumlah duta besar, pejabat pemerintah Italia, atase pertahanan, pelaku usaha, akademisi, serta diaspora Indonesia.

Valentini menyinggung sejarah hubungan Italia dengan Asia, termasuk Indonesia. Menurut dia, hubungan antarwarga menjadi dasar bagi tumbuhnya kerja sama dan kepercayaan antara kedua negara.

Dalam keterangan yang disampaikan pada acara itu, perdagangan bilateral Indonesia-Italia pada 2025 disebut meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



Investasi Italia di Indonesia juga diklaim tumbuh 17 persen, menjadikan Italia salah satu investor terbesar keempat dari negara anggota Uni Eropa. Angka tersebut disampaikan dalam acara oleh pihak KBRI dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan data perdagangan dan investasi.

Kerja sama pertahanan turut disorot dalam resepsi. Dua fregat kelas PPA buatan Fincantieri, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, disebut memperkuat armada Indonesia. Kapal Giuseppe Garibaldi juga disebut dalam konteks hubungan pertahanan kedua negara; kapal tersebut telah berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada September 2026.

Dalam acara itu, Junimart menyerahkan penghargaan kepada Prof. Antonia Soriente, pengajar bahasa dan sastra Indonesia di Università di Napoli L’Orientale. Soriente dinilai berkontribusi dalam pengajaran, penerjemahan, dan penelitian bahasa Indonesia selama lebih dari dua dekade.



Resepsi diplomatik tersebut mengangkat tema “From North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship”, yang dikaitkan KBRI dengan promosi budaya Indonesia melalui Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026. Tema itu menggambarkan perjumpaan budaya antara Sumatera Utara dan Venesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga hadir dalam acara tersebut di sela kunjungannya untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio.

(Razaqa Hariz)

(Fajar Nugraha)