Anggota DPR AS Ancam Ajukan Kembali Pemakzulan Menhan Pete Hegseth

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. Foto: The New York Times

Anggota DPR AS Ancam Ajukan Kembali Pemakzulan Menhan Pete Hegseth

Muhammad Reyhansyah • 5 November 2026 18:05

Washington: Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Thomas Massie, mengancam akan kembali mengajukan pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth jika tidak mengundurkan diri. 

Ia juga berencana mendorong pemungutan suara terkait usulan tersebut di DPR pekan depan.

“Dalam satu kondisi saya tidak akan mengajukan kembali pasal-pasal pemakzulan tersebut, jika Hegseth mengundurkan diri,” tulis Massie melalui platform media sosial X, Rabu, 4 November 2026.

Kepada CNN, Massie mengatakan akan mengupayakan pemungutan suara di DPR ketika Kongres kembali bersidang pekan depan. 

Sejumlah sumber dari Partai Republik mengatakan kepada jaringan berita tersebut bahwa mereka memperkirakan usulan pemakzulan itu akan memperoleh dukungan untuk disahkan.

Massie menilai kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela tidak mungkin disebabkan oleh satu persoalan saja. Ia juga mengkritik sikap loyalitas berlebihan terhadap Presiden Donald Trump.

“Pemilu tidak mungkin berakhir seburuk ini hanya karena satu persoalan. Semua ini sebenarnya bisa dihindari jika mereka tidak terus mengikuti Trump secara membabi buta,” kata Massie kepada CNN, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 5 November 2026.

Menurut laporan CNN yang mengutip sejumlah pejabat Gedung Putih, Trump telah meminta para pembantunya agar Hegseth melawan upaya pemakzulan maupun penyelidikan terhadap keputusan-keputusan yang diambilnya.

Trump pada Rabu membantah laporan yang menyebut dirinya tengah mempertimbangkan untuk mengganti Hegseth. Ia justru menyatakan menteri pertahanan tersebut telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Juru Bicara Utama Pentagon Sean Parnell juga menegaskan Hegseth tidak akan mundur meskipun menghadapi tekanan politik.

“Menteri Hegseth tidak akan mundur atau terhalang oleh para politikus yang berusaha meraih keuntungan partisan,” kata Parnell.

Ia menambahkan Hegseth berkomitmen penuh untuk memimpin Departemen Pertahanan hingga akhir masa jabatan Trump.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance sebelumnya menyebut perang Iran sebagai alasan kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela yang digelar pada Selasa, 3 November 2026.

(Fajar Nugraha)