Menteri PU Tugaskan PT PP Perkuat Struktur Jembatan Enang-enang Aceh

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau struktur jembatan Enang-enang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (8/7/2026). (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)

Menteri PU Tugaskan PT PP Perkuat Struktur Jembatan Enang-enang Aceh

Achmad Zulfikar Fazli • 8 July 2026 23:09

Aceh: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menugaskan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk untuk mengerjakan penguatan struktur bawah jembatan Enang-enang Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Penguatan struktur dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang melintas.

"Nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik," kata Dody di Bener Meriah, dilansir dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Hal ini disampaikan Menteri Dody usai meninjau kondisi jembatan Enang-enang. Berdasarkan hasil peninjauan, fondasi jembatan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan dan masih ditopang tiga besi penyangga sementara.

Untuk meningkatkan faktor keamanan, Menteri Dody telah menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Jembatan agar segera memperkuat struktur bawah jembatan.

Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan PT PP dengan metode perkuatan yang lebih permanen dibandingkan penyangga sementara yang telah terpasang.

"Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan. Perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara," ujar Menteri Dody.

Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto- Dok. Kementerian PU)

Menteri Dody juga mengapresiasi masyarakat yang bergotong royong melakukan perbaikan sementara sehingga akses masyarakat dapat kembali terbuka.

Menurut dia, inisiatif masyarakat sebagai bentuk kepedulian yang patut dihargai, tetapi pemerintah berkewajiban memastikan jembatan memenuhi aspek keselamatan sesuai standar teknis.

"Memang dari sisi teknis sebenarnya jembatan ini sudah tidak mungkin untuk dipakai. Tapi karena Pak Syahrial (tokoh masyarakat) bersama masyarakat bergotong royong memperbaikinya, tugas kita kemudian memberikan dukungan maksimal," kata Menteri Dody.

Namun, Menteri Dody menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Dia juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pengawasan rutin terhadap kondisi jembatan, mengingat derasnya arus sungai yang berpotensi menggerus abutmen dan fondasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman. Perbaikan akan terus dilakukan dari bawah sehingga masyarakat tetap bisa melintas dengan aman selama memungkinkan," tegas Menteri Dody.

Selama masa penanganan, jembatan Enang-enang tetap difungsikan terbatas hanya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan ringan penumpang. Kendaraan angkutan barang maupun kendaraan bertonase besar tetap dilarang melintas demi menjaga keamanan struktur jembatan.

Sebagai solusi, Kementerian PU akan mempercepat pembangunan jaringan konektivitas di kawasan tersebut melalui pelebaran Jalan Werlah beserta pembangunan dua jembatan baru yang saat ini menjadi jalur alternatif.

Selain itu, direncanakan pembangunan jalur shortcut yang nantinya dapat menampung kendaraan logistik hingga kapasitas sekitar 30 ton.

(Achmad Zulfikar Fazli)