Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer, Senin, 13 Juli 2026. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km
13 July 2026 10:07
Magelang: Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, Senin pagi, 13 Juli 2026. Gunung tersebut memuntahkan awan panas guguran sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya dan selatan.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 05.09 WIB," kata Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Lumajang, Muhammad Basith Fuady, di Magelang.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut memiliki amplitudo maksimum 19,52 milimeter dengan durasi 109,99 detik.
Baca Juga :
Warga Magelang Hilang di Lereng Gunung Merapi
Luncuran awan panas diperkirakan mencapai jarak 2.000 meter menuju hulu Kali Krasak di sektor barat daya dan hulu Kali Boyong di sektor selatan.
Peningkatan aktivitas Gunung Merapi juga terpantau dalam periode pengamatan selama enam jam, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Selain satu kali kejadian awan panas guguran, petugas mencatat adanya 31 kali gempa guguran dan 16 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer, Senin, 13 Juli 2026. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tetap mengikuti arahan dan rekomendasi dari pihak berwenang.
BPPTKG merekomendasikan zona bahaya hingga radius maksimal 7 kilometer di sektor barat daya serta 5 kilometer di sektor selatan dan tenggara. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di area yang masuk radius bahaya, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.
"Warga diimbau agar menjauhi sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan daerah rawan Gunung Merapi serta mematau imbauan resmi dan rekomenadasi BPPTKG atau badan yang menanganinya," ungkap Basith. (Lorien Nurajay Oxa)