Momen Canggung saat Trump Singgung Serangan Pearl Harbor ke PM Jepang

Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih. Foto: The White House

Momen Canggung saat Trump Singgung Serangan Pearl Harbor ke PM Jepang

Fajar Nugraha • 20 March 2026 09:19

Washington: Momen canggung di Ruang Oval,  ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut-nyebut serangan Pearl Harbor ketika pertemuan pertemanyanya dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Ketika ditanya oleh seorang reporter Jepang mengapa AS tidak memberi tahu sekutu seperti Jepang sebelum melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, Presiden AS mengatakan itu untuk mempertahankan unsur kejutan.

“Siapa yang lebih tahu tentang itu? Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor? Anda lebih percaya pada kejutan daripada saya,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNBC, Jumat 20 Maret 2026.

Trump merujuk pada serangan mendadak Jepang terhadap Armada Pasifik AS pada tahun 1941, yang menyebabkan kematian lebih dari 2.400 personel dan menyeret AS ke dalam Perang Dunia II.

Takaichi tampak menarik napas dalam-dalam dan bersandar di kursinya dengan ekspresi gelisah.

Trump mengatakan bahwa serangan mendadak itu telah membantu AS, menambahkan bahwa serangan itu "menghancurkan 50 persen dari apa yang kami antisipasi" di Iran dalam dua hari pertama.

Selama pertemuan tersebut, Trump memuji Jepang karena "meningkatkan upaya" untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, "tidak seperti NATO."

Sebelum pertemuan, Jepang, serta Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan mereka untuk "berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat."

Trump telah meminta Jepang dan negara-negara lain untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, tetapi Takaichi dilaporkan mengatakan pada  Senin bahwa tidak ada rencana untuk mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal di Timur Tengah.

Kantornya juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa "tidak ada permintaan khusus dari Amerika Serikat kepada Jepang untuk pengiriman kapal."

Perdana Menteri Jepang pada Selasa mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum negara tersebut. Pasukan Bela Diri Jepang diatur oleh konstitusi pasifisnya, yang menolak perang dan ancaman atau penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa internasional.

Trump sebelumnya telah menyerang sekutu NATO awal pekan ini, dengan mengatakan bahwa aliansi yang tidak bergabung dalam perang adalah "kesalahan yang sangat bodoh."

Sebagai tanggapan, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dilaporkan mengatakan pada Senin bahwa "Ini bukan perang kita, kita belum memulainya," sebuah sikap yang juga diadopsi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Kamis bahwa "kami telah menyatakan bahwa selama perang berlanjut, kami tidak akan berpartisipasi dalam memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, misalnya, dengan cara militer.”

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)