Menteri LH Sebut 700 Ribu Hektare Mangrove Perlu Dipulihkan

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Foto- Antara

Menteri LH Sebut 700 Ribu Hektare Mangrove Perlu Dipulihkan

Achmad Zulfikar Fazli • 14 June 2026 14:43

Bogor: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat menyebut sekitar 700 ribu hektare kawasan mangrove di Indonesia perlu dipulihkan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan penyerapan karbon.

"Dari 3,4 juta hektare mangrove, sekitar 700 ribuan hektare itu bermasalah dan rusak. Itu juga bagian daripada kami untuk memastikan penanaman kembali mangrove," kata Jumhur di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut dia, pemerintah terus mendorong rehabilitasi mangrove di berbagai daerah dan tidak hanya dilakukan menjelang peringatan Hari Mangrove Nasional setiap 26 Juli.

"Gerakan menanam mangrove sudah terjadi di mana-mana, kita terus dorong," ujar Jumhur.

Dia mengatakan mangrove memiliki manfaat besar dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim, karena kemampuan menyerap karbon dioksida jauh lebih tinggi dibandingkan vegetasi pada umumnya.

"Mangrove itu bisa punya kebaikan dari tanaman biasa, empat kali lipat menyerap karbon dioksida," jelas Jumhur.

Ilustrasi hutan mangrove. Foto: Dok. Kemenko Marves

Baca Juga: 

Sambut Hari Lingkungan Hidup 2026, Polres Siak dan Warga Tanam 7.000 Bibit Mangrove

Selain fungsi ekologis, lanjut dia, keberadaan mangrove memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui berbagai aktivitas produktif yang bergantung pada ekosistem tersebut.

"Kalau mangrove itu bagus, banyak sekali kegiatan ekonomi bisa dikerjakan. Mulai dari kepiting, ikan, kemudian bisa jadi makanan dan macam-macam lainnya," kata Jumhur.

Dia meminta seluruh pihak menjaga kawasan mangrove dari kerusakan akibat aktivitas pembangunan maupun faktor lainnya. Menurut dia, apabila terdapat pembangunan yang mengharuskan pengurangan kawasan mangrove, perlu dilakukan penanaman kembali dengan luas lebih besar guna menjaga keseimbangan ekosistem.

"Bagi mereka yang merusak karena satu dan lain hal soal pembangunan, pemerintah daerah, pemerintah, siapa pun, pastikan juga jumlah mangrove yang ditanam diperluas lebih banyak lagi sehingga kita bisa menjaga keutuhan," ujar Jumhur.

Pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam upaya rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari program pemulihan lingkungan nasional.

(Achmad Zulfikar Fazli)