Sejumlah Bangunan Untad Rusak Setelah Diguncang Gempa

Plafon bangunan Auditorium di Kampus Universitas Tadulako Palu rusak dampak gempa magnitudo 6,7 mengguncang ibu kota Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Untad Palu

Sejumlah Bangunan Untad Rusak Setelah Diguncang Gempa

Silvana Febiari • 16 June 2026 20:56

Palu: Sejumlah bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), rusak setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang daerah tersebut. Kerusakan terjadi pada sejumlah gedung yang sebelumnya telah direhabilitasi dan direkonstruksi pasca-bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.

"Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa," kata Rektor Untad Prof Amar dalam keterangan tertulis seperti dilansir Antara, Selasa, 16 Juni 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA. Episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
 


Ia mengemukakan hasil identifikasi sementara Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis menemukan sejumlah kerusakan akibat guncangan. Kerusakan tersebut meliputi retakan dinding, material pelapis bangunan yang terlepas, plafon rusak, sarana pembelajaran terdampak, hingga kaca pecah.

"Gedung Rektorat Untad yang telah direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas di beberapa bagian, termasuk kerusakan plafon. Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center (GMC)," ujarnya.

Sementara itu, bangunan Auditorium Untad terjadi kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

Kerusakan lainnya juga ditemukan pada Rumah Sakit (RS) Untad, berupa retakan pada beberapa bagian non struktural bangunan. Begitu pun di Fakultas Teknik sebagian plafon dilaporkan roboh, sedangkan Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan pada sejumlah bagian bangunan yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus," ucap Amar.


Suasana pascagempa bumi di Auditorium Universitas Tadulako (Untad) Palu, Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi


Ia menjelaskan hasil asesmen nanti akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna bangunan. Hasil asesmen juga akan menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana, supaya ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan terus ditingkatkan.

"Kami menyampaikan perkembangan hasil asesmen dan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan akademik melalui kanal resmi Universitas Tadulako," ungkap Amar.

(Silvana Febiari)