Madura United Pertahankan Trio Kiper Andalan untuk Musim 2026/2027

Tiga kiper Madura United FC. (Dokumentasi/ Facebook Madura United FC)

Madura United Pertahankan Trio Kiper Andalan untuk Musim 2026/2027

Silvana Febiari • 10 June 2026 22:16

Pamekasan: Manajemen Madura United FC memutuskan untuk mempertahankan ketiga kiper klub sepak bola berjuluk 'Laskar Sape Kerrap' itu untuk musim kompetisi 2026/2027. Mereka adalah Moch Diky, Adhitya Harlan dan Rendy Razzaqu. 

"Ketiga penjaga gawang telah diputuskan oleh manajemen klub untuk tetap bersama Madura United dalam mengarungi kompetisi Super League 2026/2027 adalah Moch Diky, Adhitya Harlan dan Rendy Razzaqu," kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Annisa Zhafarina, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026. 

Ia menjelaskan keputusan pihak manajemen melanjutkan kontrak ketiga kiper berdasarkan evaluasi dan dedikasi yang mereka tunjukkan kepada klub selama kompetisi Super League 2025/2026 berlangsung. "Sehingga layak untuk membela tim ini di musim kompetisi 2026/2027," ucapnya.
 


Annisa menuturkan, pihak manajemen telah menawarkan penandatanganan kontrak baru kepada ketiga penjaga gawang tersebut. "Dua di antaranya telah menyatakan bersedia menandatangani kontrak untuk menjadi bagian dari Madura United di musim kompetisi 2026-2027, yakni Adhitya Harlan, dan Rendy Razzaqu, sedangkan penjaga gawang Moch Diky masih dalam proses," jelasnya.


Liga Indonesia. Foto: Istimewa.


Pada musim kompetisi Super League 2025/2026, manajemen Madura United merekrut sebanyak lima orang penjaga gawang, yakni Moch Diky, Adhitya Harlan, Rendy Razzaqu, Miswar Saputra dan Satrio Azhar. Dari lima penjaga gawang itu, dua di antaranya telah diputuskan untuk tidak diperpanjang, yakni Miswar Saputra dan Satrio Azhar.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, kami juga masih akan mencari penjaga gawang pengganti keduanya untuk memperkuat tim," ujar Annisa.

Kepada Miswar Saputra dan Satrio Azhar, Annisa menyampaikan ucapan terima atas kebersamaan mereka di klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Garam tersebut selama ini.

(Silvana Febiari)