Pascagempa Venezuela, Ini Langkah Mitigasi Bencana yang Wajib Diketahui

Foto: Anadolu

Pascagempa Venezuela, Ini Langkah Mitigasi Bencana yang Wajib Diketahui

Putri Purnama Sari • 26 June 2026 15:00

Jakarta: Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026 sore waktu setempat menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah hingga terdapat korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi.

Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat, peluang untuk menyelamatkan diri dapat meningkat ketika terjadi guncangan. 

Berikut adalah cara mitigasi bencana yang dapat dilakukan saat terjadi gempa bumi.

Mitigasi Bencana saat Terjadi Gempa Bumi


Gempa di Venezuela menghancurkan bangunan hunian warga. Foto: Anadolu

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Saat gempa terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan justru dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang berisiko dan membahayakan keselamatan diri maupun orang lain.

2. Lakukan Drop, Cover, and Hold On

Jika berada di dalam bangunan, segera lakukan prinsip Drop, Cover, and Hold On:
  • Drop atau merunduk untuk mengurangi risiko terjatuh.
  • Cover dengan berlindung di bawah meja atau furnitur yang kokoh sambil melindungi kepala dan leher.
  • Hold On atau berpegangan hingga guncangan benar-benar berhenti.
Hindari berdiri di dekat jendela, lemari, kaca, atau benda berat yang berpotensi roboh. 3. Jangan Gunakan Lift

Apabila sedang berada di gedung bertingkat, jangan menggunakan lift saat gempa berlangsung maupun sesaat setelahnya. Lift dapat berhenti mendadak akibat gangguan listrik atau kerusakan pada bangunan. Gunakan tangga darurat setelah kondisi dinyatakan aman.

4. Segera Evakuasi ke Area Terbuka

Setelah guncangan berhenti, tinggalkan bangunan secara tertib menuju area terbuka yang jauh dari gedung, tiang listrik, pohon besar, baliho, maupun benda lain yang berpotensi roboh.

Gempa Venezuela menjadi contoh bagaimana bangunan yang rusak dapat membahayakan warga, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan cepat namun tetap teratur.

5. Waspadai Gempa Susulan


Alat pencatat gempa/Ilustrasi/Istimewa

Gempa besar sering kali diikuti oleh gempa susulan (aftershock). Oleh karena itu, hindari kembali memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

6. Siapkan Tas Siaga Bencana

Setiap keluarga sebaiknya memiliki tas siaga yang berisi kebutuhan dasar, seperti:
  • Air minum dan makanan siap saji.
  • Obat-obatan serta kotak P3K.
  • Senter dan baterai cadangan.
  • Power bank.
  • Peluit darurat.
  • Salinan dokumen penting.
  • Masker dan perlengkapan kebersihan.
Perlengkapan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan selama masa evakuasi. 7. Ikuti Informasi Resmi

Saat terjadi gempa, masyarakat disarankan mengikuti informasi dari lembaga resmi pemerintah atau otoritas kebencanaan. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan.

8. Pentingnya Edukasi dan Simulasi Gempa

Peristiwa gempa di Venezuela menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat memiliki peran besar dalam mengurangi risiko korban. Edukasi mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, hingga simulasi menghadapi gempa perlu dilakukan secara berkala di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat kerja.

Dengan memahami langkah-langkah mitigasi bencana, masyarakat dapat bertindak lebih cepat dan tepat ketika gempa terjadi. Meskipun gempa bumi tidak dapat diprediksi, dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapan, pengetahuan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

(Arga Sumantri)