Gempa Sulut-Malut, Masyarakat Diimbau Jangan Dengar Isu Tak Bertanggung Jawab

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Foto: Tangkapan Layar.

Gempa Sulut-Malut, Masyarakat Diimbau Jangan Dengar Isu Tak Bertanggung Jawab

Siti Yona Hukmana • 2 April 2026 13:50

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, mengimbau masyarakat untuk tidak mendengar isu tidak bertanggung jawab atas peristiwa gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Gempa terjadi dengan magnitudo 7,6 dan merusak bangunan serta menimbulkan korban jiwa hingga luka pada Kamis, 2 April 2026 pagi. 

"Mohon disampaikan ke masyarakat jangan mendengar isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring bersama seluruh stakeholder terkait, Kamis, 2 April 2026. 

Suharyanto menyebut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani akan terus memberikan informasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan sesuai apa yang sebenarnya terjadi. Maka itu, ia mengajak seluruh masyarakat tidak terlalu panik. 

Informasi BMKG ada 93 gempa susulan. Foto: Tangkapan Layar.

Suharyanto menyebut dampak gempa di Maluku Utara sedang pendataan. Catatan sementara, Kepala BMKG menyampaikan ada 93 kali gempa susulan. 

"Meskipun yang gempa utamanya dan selanjutnya atau after shock-nya ini cenderung lebih kecil, tapi juga tetap hati-hati," ungkap Suharyanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)