Puncak Arus Mudik di Bandara Soetta Diprediksi 18 Maret

Penumpang pesawat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir

Puncak Arus Mudik di Bandara Soetta Diprediksi 18 Maret

Hendrik Simorangkir • 12 March 2026 16:19

Tangerang: Bandara Internasional Soekarno-Hatta memprediksi bakal melayani 3 juta penumpang selama arus mudik Lebaran 2026. Angka tersebut meningkat 2,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 19.891 penerbangan, naik 3,43 persen dari tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 187.202 penumpang dan 1.193 penerbangan.

"Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 187.202 penumpang dan 1.193 penerbangan. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 28 Maret 2026, dengan 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan," ujar Heru di Tangerang, Kamis, 12 Maret 2026.

Heru menuturkan pihaknya juga menerima adanya penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 735 flight selama angkutan Lebaran 2026.

"Pengusulan extra flight pada periode angkutan Lebaran 2026, sebanyak 735 flight, yang terdiri dari 365 flight domestik dan 370 flight internasional," jelas Heru.
 


Bandara Soekarno-Hatta telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satunya, menyiapkan posko angkutan Lebaran yang akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

"Kami menyiapkan pos komando terpadu di Terminal 1B, serta pos pelayanan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3," kata Heru.

Di sisi lain, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode peak season Idulfitri. Kapasitas tersebut disiapkan untuk periode perjalanan 14 hingga 29 Maret 2026.

Dari total kapasitas tersebut, 616 ribu kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 742 ribu kursi oleh Citilink, yang didukung oleh 7.634 frekuensi penerbangan. Sebanyak 101 armada dipersiapkan, terdiri dari 60 armada Garuda Indonesia dan 41 armada Citilink.


Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan kesiapan kapasitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

"Momentum Idulfitri menjadi periode yang paling ditunggu bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga maupun berlibur. Karena itu kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran," ujar Dani.

Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran. Garuda Indonesia mengaktifkan posko Lebaran di sejumlah hub utama serta melibatkan karyawan melalui program piket operasional peak season.

"Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan operasional dan layanan secara menyeluruh mulai dari memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, standar layanan dan mitigasi irregularities, hingga memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling," jelas Dani.

Garuda Indonesia Group mengimplementasikan kebijakan stimulus pemerintah melalui potongan harga tiket penerbangan kelas ekonomi domestik yang telah berlaku sejak 10 Februari 2026 untuk periode penerbangan 14-29 Maret 2026.

Stimulus tersebut berasal dari kombinasi kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, penyesuaian Passenger Service Charge (PSC), serta fuel surcharge, yang diproyeksikan memberikan potongan harga tiket pada kisaran 13-18 persen.

"Penetapan harga tiket Garuda Indonesia sendiri telah mengacu kepada aturan pemerintah yakni Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan oleh regulator. Kami berharap kesiapan angkutan Lebaran ini dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus menghadirkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan tepat waktu," ungkap Dani.

Dani menambahkan pihaknya memproyeksikan sejumlah rute yang akan memiliki permintaan cukup tinggi, antara lain Jakarta-Padang, Jakarta-Medan, Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Pekanbaru, dan Jakarta-Jambi untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional mencakup Jakarta-Singapura, Jakarta-Jeddah, Jakarta-Madinah, serta Denpasar-Narita (Tokyo).

Sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan (extra flight) yang terdiri dari 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)