Cuaca Ekstrem Terjang Bandung Sukabumi, BNPB: Warga Luka dan Rumah Rusak

Ilustrasi pohon tumbang. (Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M)

Cuaca Ekstrem Terjang Bandung Sukabumi, BNPB: Warga Luka dan Rumah Rusak

Lukman Diah Sari • 30 April 2026 16:44

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan bencana yang cukup luas hingga menyebabkan sejumlah warga luka-luka.

"Wilayah yang terdampak cukup luas meliputi Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Desa Cingcin dan Desa Soreang di Kecamatan Soreang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi diterima pada Kamis, 30 April 2026.

Dia menerangkan, peristiwa yang terjadi pukul 16.00 WIB ini, menyebabkan lima kepala keluarga terdampak. Selain itu, tiga orang mengungsi dan tujuh orang mengalami luka ringan. 

"Kerugian materiil dilaporkan satu unit rumah rusak berat, empat rumah rusak ringan, dan satu unit fasilitas pendidikan rusak sedang," ungkap Abdul.

Bencana di Kabupaten Sukabumi

Selanjutnya, masih di provinsi yang sama, BNPB mencatat cuaca ekstrem juga menerjang wilayah Desa Cisaat, dan Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 27 April 2026, pukul 13.30 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang ini berdampak pada 15 kepala keluarga.

"Kerugian materiil tercatat rumah rusak berat satu unit, dan rusak sedang sebanyak 15 unit," ungkap Abdul.

Petugas BPBD setempat, kata dia, telah membersihkan pohon tumbang dan ranting-ranting yang tumbang akibat angin kencang. Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat.

"Kondisi terkini yang dilaporkan pada Rabu, 29 April 2026, petugas gabungan telah melakukan pembersihan material pohon tumbang di empat desa terdampak tersebut," jelas dia.

ilustrasi angin kencang. (Medcom.id)

Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.

Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi. 

BNPB juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)