IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik ke Level 7.096

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik ke Level 7.096

Eko Nordiansyah • 29 April 2026 09:35

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 29 April 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 7.096,609.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.30 WIB, IHSG langsung naik sebanyak 46,073 poin setara 0,65 persen ke level 7.118,465. IHSG berada di level tertinggi 7.119 dan terendah di 7.087.

Adapun sebanyak 346 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 221 saham lainnya menguat dan 161 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,242 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 11,669 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp12.678,671 triliun.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG diproyeksi bergerak mixed

Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, pada Selasa, 28 April 2026, Wall Street ditutup melemah dengan S&P500 dan Nasdaq masing-masing sebesar 0,49 persen dan 0,90 persen. Senada, Dow Jones justru mengalami pelemahan sebesar 0,05 persen.

Saham semikonduktor, yang telah melonjak lebih dari 40 persen sepanjang tahun ini, sangat membebani Nasdaq, yang mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam sebulan.

OpenAI gagal mencapai target internal untuk pengguna dan pendapatan mingguan, menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan perusahaan raksasa AI tersebut untuk mendukung pengeluaran besar-besaran mereka untuk pusat data.

Sementara itu, IHSG ditutup melemah 0,48 persen pada Selasa, 28 April 2026. Sektor Keuangan menahan laju pelemahan IHSG dengan kenaikan 0,92 persen seiring saham perbankan besar yang mencatat kenaikan tipis. Sementara itu, sektor Industri dasar menjadi pemberat indeks dengan pelemahan 1,48 persen.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan konsolidasi dalam rentang 7.000-7.100,” sebut  Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim dalam risetnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)