Ilustrasi. Metrotvnews.com.
Gen Z Diyakini Kelompok yang Kuat Secara Budaya, Begini Penjelasannya
Arga Sumantri • 25 January 2026 21:19
Jakarta: Generasi Z (Gen Z) diyakini sebagai generasi yang kuat secara budaya. Kelompok yang lahir pada 1997 hingga 2012 ini dinilai merupakan generasi yang memiliki modal budaya terbesar dalam sejarah.
Apa alasannya? Pemerhati sosial Gian Felanroe Pardamean Sitorus menilai generasi Z memiliki kemampuan multikultural yang tinggi. Mereka mampu memahami banyak simbol lintas budaya, mulai dari kode sosial Korea hingga humor Barat.
"Kemudian, Gen Z memiliki fleksibilitas dalam mengubah peran," ujar Gian dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menilai generasi Z juga memiliki kepekaan terhadap representasi. Kelompok ini sangat sadar isu rasisme, seksisme, dan bias budaya. Lalu, memiliki literasi global yang lebih baik
"Gen Z tumbuh dengan akses informasi global sejak kecil, sesuatu yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Gen Z mungkin bingung, tetapi mereka tidak lemah. Mereka sedang memetakan dunia baru," beber Gian.
Menuju Identitas yang Sehat di Era Global
Modal itu bukan tanpa tantangan. Gian melihat Gen Z harus memiliki identitas budaya yang matang. Menurut dia, ada beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan.Pertama, kata Gian, melalui pendidikan komunikasi antarbudaya sejak dini. Ini dinilai penting agar para anak muda memahami perbedaan gaya komunikasi global dengan lokal.
"Kedua literasi algoritmik, agar Gen Z memahami bagaimana sistem mempengaruhi pilihan budaya," ungkap Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) DKI Jakarta periode 2019-2024 itu.
Ketiga, penguatan budaya lokal tanpa bersikap defensive. Ia menekankan budaya tidak untuk dipertentangkan dengan global, tetapi dirayakan bersama.
"Ruang dialog antar generasi, karena sebagian besar konflik tidak berasal dari nilai, melainkan perbedaan konteks budaya," beber Gian,
.jpg)
Ilustrasi. Dok MI.
Generasi yang akan Menyusun Ulang Peta Budaya Dunia
Gen Z dinilai bukan generasi yang kehilangan identitas. Mereka generasi pertama yang berkesempatan membentuk identitasnya sendiri dari banyak budaya berbeda."Mereka hidup dalam dunia yang tidak lagi linear, tidak lagi lokal, tidak lagi stabil, dan justru di situlah letak kekuatan mereka," ujar anggota Tim Percepatan Pembangunan Gubernur DKI Jakarta periode 2019-2022 itu.
Identitas budaya kelompok ini disebut bukan bangunan statis, melainkan karya seni yang terus berkembang. Seperti karya besar lain dalam sejarah, kata dia, identitas Gen Z tidak selesai sekarang.
"Ia terus tumbuh, berubah, menyesuaikan diri, dan suatu hari nanti, dialah yang akan menentukan arah budaya dunia," ungkap dia.