Pesawat Smart Air Ditembaki KKB, TNI AD Menunggu Perintah Mabes

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Foto: Metro TV/Fachri Audia

Pesawat Smart Air Ditembaki KKB, TNI AD Menunggu Perintah Mabes

Devi Harahap • 12 February 2026 14:48

Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa TNI AD masih menunggu perintah resmi dari Markas Besar TNI. Menyusul, insiden penembakan pesawat Smart Air di Papua yang menewaskan pilot dan kopilot.

Maruli menyatakan pihaknya baru menerima laporan awal terkait peristiwa tersebut dan belum dapat memastikan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

“Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional, kan dalam Mabes TNI ini. Nanti bagaimana,” ujar Maruli di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
 


Ketika ditanya mengenai kemungkinan operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga sebagai pelaku, Maruli menegaskan seluruh keputusan berada di tangan Mabes TNI dan akan disesuaikan dengan arahan komando.

“Ya kita menunggu perintah saja,” kata Maruli.

Sebelumnya, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengungkapkan bahwa pilot bernama Enggo dan kopilot Baskoro tewas setelah pesawat Smart Air ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sesaat setelah mendarat di Lapangan Terbang Karowai, Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIT.


KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Foto: Metro TV/Fachri Audia

Pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR diketahui berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat insiden penembakan terjadi.

“Terkait kondisi 13 penumpang yang berada di dalam pesawat, sampai saat ini belum dapat dipastikan karena laporan yang kami terima masih bersifat awal,” ujar Faizal.

Satgas Damai Cartenz dijadwalkan bergerak menuju lokasi kejadian pada Kamis, 12 Februari 2026, untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot. Hingga kini, identitas kelompok pelaku penembakan masih dalam tahap penyelidikan aparat keamanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)