Pakistan Tetap Dorong Dialog AS-Iran meski Eskalasi Meningkat

Pakistan masih tetap upayakan perdamaian AS dan Iran. Foto: Anadolu

Pakistan Tetap Dorong Dialog AS-Iran meski Eskalasi Meningkat

Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 20:30

Islamabad: Pakistan menegaskan akan terus mendorong dialog dan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, meski kedua pihak kembali terlibat dalam eskalasi militer.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi mengatakan, Islamabad tetap optimistis upaya diplomatik dapat menghasilkan penyelesaian konflik.

"Terlepas dari eskalasi terbaru, kami tetap berharap dan terus berupaya mendorong dialog dan diplomasi," kata Andrabi kepada wartawan di Islamabad, dikutip dari Anadolu, Rabu, 2 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan secara bersamaan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Irak. 

Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap sebuah rumah di Kota Sirik, Iran selatan, sehari sebelumnya.

IRGC mengklaim serangan AS tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak. Dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait pada Rabu, IRGC juga mengklaim sejumlah personel AS tewas dan beberapa drone hancur. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Pakistan selama ini menjadi mediator utama antara AS dan Iran sejak perang pecah pada 28 Februari. Islamabad juga terus menjaga komunikasi dengan kedua pihak untuk mencari jalan keluar dari konflik.

Andrabi mengatakan kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir ke Teheran serta kunjungan Menteri Luar Negeri Qatar dan Oman merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik, terutama mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Kami menegaskan bahwa kesepahaman yang dicapai AS dan Iran melalui Memorandum of Understanding Islamabad menawarkan jalur yang paling layak menuju perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan," ujarnya.

(Fajar Nugraha)