Yakin Menang Pemilu, Kandidat Terdepan PM Bangladesh Tolak Berkoalisi

Kandidat terdepan PM Bangladesh Tarique Rahman. (BBC)

Yakin Menang Pemilu, Kandidat Terdepan PM Bangladesh Tolak Berkoalisi

Willy Haryono • 8 February 2026 15:40

Dhaka: Kandidat terdepan perdana menteri Bangladesh, Tarique Rahman, menolak usulan rival utamanya untuk membentuk pemerintahan persatuan usai pemilu pekan depan.

Ia menyatakan partainya yakin mampu menang dan membentuk pemerintahan sendiri. Rahman (60), yang memimpin Bangladesh Nationalist Party (BNP), kembali ke tanah air pada Desember lalu setelah hampir dua dekade hidup di pengasingan di London.

Kepulangannyaterjadi  menyusul pemberontakan yang dipimpin kalangan muda dan berhasil menggulingkan pemimpin lama Sheikh Hasina, rival politik lama ibunya, Khaleda Zia, perdana menteri perempuan pertama Bangladesh.

Rival utama BNP dalam pemilu 12 Februari adalah kelompok Islamis Jamaat-e-Islami, yang sebelumnya pernah dilarang namun kini kembali menguat.

Kedua partai tersebut pernah memerintah bersama pada periode 2001–2006. Jamaat menyatakan terbuka untuk memperbarui kemitraan dalam pemerintahan persatuan guna membantu menstabilkan negara, yang industri garmen raksasanya terguncang parah akibat berbulan-bulan gejolak pada 2024.

Bangladesh saat ini dipimpin pemerintahan sementara sejak Agustus 2024, setelah Sheikh Hasina melarikan diri ke sekutu lamanya, India, tempat ia masih berada.

“Bagaimana saya bisa membentuk pemerintahan dengan lawan politik saya, lalu siapa yang akan menjadi oposisi?” kata Rahman dalam wawancara di kantor partainya, duduk di bawah potret ibunya dan ayahnya, seorang mantan presiden.

“Saya tidak tahu berapa jumlah kursi mereka, tetapi jika mereka berada di oposisi, saya berharap mereka menjadi oposisi yang baik,” ujarnya, dikutip dari AsiaOne, Minggu, 8 Februari 2026.

Para pembantu Rahman menyebut BNP yakin dapat meraih lebih dari dua pertiga dari total 300 kursi parlemen yang diperebutkan. BNP mencalonkan kandidat di 292 daerah pemilihan, sementara sekutu-sekutunya bersaing di kursi sisanya.

Rahman enggan menyebutkan angka pasti, namun mengatakan, “Kami yakin akan memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan.”

Seluruh jajak pendapat memprediksi kemenangan BNP, meski juga menunjukkan tantangan serius dari aliansi Jamaat, yang mencakup sebuah partai Gen Z yang muncul dari gelombang protes anti-Hasina.

Baca juga:  Jelang Pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka Keluarkan Imbauan untuk WNI

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)