Wakil Menteri Kementerian Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono saat meninjau di Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir
44 Puskesmas di Kabupaten Tangerang Bakal Dilengkapi Alat Rekam Jantung
Hendrik Simorangkir • 6 February 2026 15:43
Tangerang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengalokasikan fasilitas tambahan di puluhan puskesmas di Kabupaten Tangerang. Tahun ini, setiap puskesmas direncanakan dilengkapi alat perekam jantung atau Elektrokardiogram (EKG).
"Di Tangerang belum ada alat rekam jantung, jadi kalau orang sakit jantung tidak ketahuan, kita nanti akan kasih. Saya janji tahun ini 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang akan punya alat perekam jantung, untuk memperkuat layanan program cek kesehatan gratis (CKG)," kata Wakil Menteri Kemenkes, Dante Saksono Harbuwono saat meninjau di Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang, Jumat, 6 Februari 2026.
Dante menuturkan, penambahan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan capaian target nasional program CKG. Target yang ingin dicapai mencapai 46 persen atau setara dengan 130 juta peserta.
"Di sini (Kabupaten Tangerang) capaian pelaksanaan program CKG cukup tinggi, melampaui target sasaran yakni 106 persen dari jumlah penduduk hingga 3,1 juta lebih," kata Dante.
Dante berharap masyarakat memanfaatkan program CKG untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Terutama pada tahap observasi penyakit yang kerap tidak bergejala, seperti kencing manis dan hipertensi.
"Untuk skema pengobatannya, nanti diminta agar durasi perawatan terhadap pasien dilakukan selama 15 hari. Karena para pasien yang belum memiliki BPJS dapat mengurus administrasinya terlebih dahulu. Jadi setelah sampai dua minggu BPJS-nya selesai, mereka bisa melanjutkan pengobatan tanpa putus obat," jelas Dante.

Wakil Menteri Kementerian Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono saat meninjau di Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir
Saat ini, pemerintah tengah mengoptimalkan cakupan program CKG hingga mencapai 46 persen atau setara 130 juta peserta pada 2026. Target tersebut disusun berdasarkan evaluasi CKG 2025 yang diikuti 70,8 juta orang atau 24,9 persen dari total populasi nasional.
"Pada 2026 ini kita coba akan mencapai lebih dari seratus juta lebih capaian CKG nasional," ungkap Dante.