Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyiapkan dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/HO-Humas BNPB.
BNPB Pastikan Kebutuhan Logistik Korban Gempa NTT Aman
Silvana Febiari • 26 August 2026 13:53
Nagekeo: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan logistik dasar bagi masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama masa tanggap darurat masih aman. Bantuan terus berdatangan melalui jalur udara dan laut.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, BNPB mengoperasikan tiga titik posko untuk mendukung distribusi bantuan, yakni di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere.
"Barang logistik yang masuk lewat Halim ada 2.032 ton, yang masuk distribusi 1.539 ton. Ini kami bagi dua, Labuan Bajo 1.035 ton, Maumere 504 ton," kata Suharyanto saat rapat terbatas (ratas) di Posko Penanganan Bencana Alam Kodam IX/Udayana, di Nagekeo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain melalui jalur darat dan laut, distribusi bantuan juga dilakukan melalui jalur udara. TNI Angkatan Udara telah mengoperasikan 34 sorti dengan membawa 445 ton bantuan, sedangkan penerbangan komersial mencapai 61 sorti dengan total 915 ton.
Sementara melalui jalur laut, bantuan yang telah dikirim mencapai 179 ton. "Di samping barang-barang itu masuk lewat Halim, ada juga yang langsung ke Labuan Bajo dan Maumere," ucap Suharyanto.
Ia menyebut bantuan yang langsung masuk ke Labuan Bajo mencapai 2.069 ton. Stok bantuan di sejumlah titik penyaluran saat ini cukup besar dan terus didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
"Kami laporkan baik di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, Maumere ini barang sudah banyak tertumpuk dan setiap hari kita langsung berikan kepada masyarakat," ngkapnya.
.jpg)
Visual wilayah terdampak gempa M7.7 NTT dari udara diambil pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Dokumentasi/ BNPB)
Suharyanto mengatakan bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak. Mulai dari kementerian dan lembaga, TNI-Polri, sektor swasta, hingga pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, dukungan tersebut membuat kebutuhan logistik dasar masyarakat selama masa tanggap darurat sejauh ini dapat terpenuhi. "Sehingga masalah logistik dasar yang dibutuhkan saat tanggap darurat tidak ada permasalahan," tutur Suharyanto.