Ketua Dewan AAJI Albertus Wiroyo. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Premi Bisnis Baru Unit Link Tumbuh 34,5 Persen Capai Rp19,78 Triliun
Ade Hapsari Lestarini • 1 September 2026 12:33
Jakarta: Pendapatan premi bisnis baru asuransi jiwa berbasis unit link tumbuh 34,5 persen pada semester I-2026. Produk unit link merupakan asuransi jiwa yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus memiliki komponen investasi dalam satu polis.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi bisnis baru unit link pada Januari-Juni 2026 mencapai Rp19,78 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,70 triliun.
Ketua Dewan AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi perubahan dinamika dan minat masyarakat terhadap produk unit link. Selain memberikan perlindungan, produk tersebut memiliki komponen investasi yang menjadi salah satu pertimbangan masyarakat.
"Premium bisnis baru dari unit link tumbuh ini suatu angka yang sangat bagus, 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun yang cukup signifikan menunjukkan permintaan terhadap perlindungan baru tetap tumbuh," ucap Albertus dalam konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I-2026 di Jakarta, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Kondisi pasar jadi pertimbangan masyarakat
Menurut Albertus, kondisi pasar investasi turut menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih produk unit link. Tenaga pemasar juga memberikan pemahaman kepada calon nasabah bahwa unit link merupakan produk yang berorientasi pada investasi jangka panjang.
AAJI berharap pertumbuhan bisnis unit link dapat berjalan beriringan dengan produk asuransi jiwa tradisional. Industri juga mendorong pemasaran produk unit link dilakukan secara lebih transparan agar masyarakat dapat memilih produk asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
Untuk mendukung perkembangan produk unit link, AAJI tengah menyiapkan kajian sebagai masukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait evaluasi ketentuan produk tersebut. Kajian itu diharapkan dapat mendukung perkembangan industri sekaligus meningkatkan transparansi dalam pemasaran produk unit link kepada masyarakat. (Tiaranissa Juliansyah)