Serangan bom bunuh diri di kompleks kepolisian Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang. (Anadolu Agency)
Bom Bunuh Diri di Pakistan Tewaskan 21 Orang, Termasuk 15 Polisi
Willy Haryono • 19 September 2026 08:21
Islamabad: Sedikitnya 21 orang, termasuk enam warga sipil dan 15 polisi, tewas dalam serangan bom bunuh diri yang menargetkan kompleks kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan pada Jumat kemarin.
Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 19 September 2026, lebih dari 100 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan yang terjadi saat umat Muslim melaksanakan salat Jumat tersebut
Angka korban ini dilaporkan media dan pejabat lokal Pakistan, sementara laporan awal Reuters menyebut sedikitnya 16 orang tewas dan 57 lainnya terluka.
Menurut keterangan polisi, sebuah kendaraan yang dipenuhi bahan peledak menabrak gerbang Old Police Lines di Distrik Kohat. Ledakan tersebut terjadi di dekat sebuah masjid yang berada di dalam kompleks kepolisian.
Ledakan kemudian diikuti baku tembak ketika sejumlah penyerang berupaya masuk ke kompleks tersebut. Polisi mengatakan tujuh penyerang, termasuk pelaku bom bunuh diri, tewas dalam ledakan dan operasi berikutnya.
Besarnya ledakan menciptakan lubang besar di sekitar masjid. Petugas keamanan kemudian melakukan operasi penyisiran di dalam kompleks untuk memastikan tidak ada penyerang lainnya.
Kepala Rumah Sakit Distrik Kohat, Tahir Ali Shah, sebelumnya mengatakan 15 jenazah telah dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut bersama sejumlah korban luka.
Presiden Pakistan Kutuk Serangan
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan duka atas jatuhnya korban dalam serangan di Kohat.Zardari mengatakan pemberantasan kelompok yang oleh pemerintah Pakistan disebut "Fitna al-Khawarij", istilah yang digunakan Islamabad untuk merujuk Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), serta kelompok bersenjata lainnya penting bagi keamanan nasional.
Secara terpisah, pasukan keamanan Pakistan dilaporkan menewaskan tujuh militan dalam dua operasi di Provinsi Balochistan di barat daya negara tersebut.
Belum ada konfirmasi independen mengenai keterkaitan para pelaku serangan Kohat dengan kelompok tertentu. Namun, sejumlah laporan menyebut sebuah faksi yang terkait dengan jaringan TTP mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, sementara TTP sendiri membantah keterlibatan.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam serangan bom tersebut.
Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka yang terluka segera pulih.
Guterres menegaskan bahwa serangan yang menargetkan warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima. Ia juga menyerukan agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan.
PBB turut menyatakan solidaritas kepada rakyat dan pemerintah Pakistan dalam upaya menghadapi terorisme dan ekstremisme.
Serangan di Kohat terjadi di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata di wilayah barat laut Pakistan. Kawasan Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan dengan Afghanistan, selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat aktivitas kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Pakistan.
Baca juga: Dua Polisi Pakistan Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Lahore