3 Pesawat Modifikasi Cuaca Tangani Kabut Asap Karhutla di Kalteng-Kalsel

Tim operasi modifikasi cuaca (OMC) memuat bahan semai ke dalam pesawat sebelum melakukan penerbangan untuk meningkatkan potensi hujan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Foto: Antara.

3 Pesawat Modifikasi Cuaca Tangani Kabut Asap Karhutla di Kalteng-Kalsel

Gabriella Thesa Widiari • 24 September 2026 22:40

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga armada pesawat Cessna Caravan untuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini untuk meredam kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa penguatan armada udara yang dilakukan sejak Selasa, 22 September 2026 tersebut bertujuan untuk memicu hujan buatan di wilayah terdampak.

"Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkannya, hanya ada dua cara, yakni angin dan hujan. Sekecil apa pun potensi adanya awan hujan, kami maksimalkan untuk modifikasi cuaca," kata Suharyanto, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026. 

Suharyanto mengatakan, tiga bandara disiagakan sebagai posko operasi udara. Ketiganya yaitu Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Bandara Iskandar (Pangkalan Bun) di Kalimantan Tengah, serta Bandara Syamsudin Noor (Banjarbaru) di Kalimantan Selatan.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi hingga Rabu, 23 September 2026, pesawat PK-FPU dari Palangkaraya telah menyemai 1.000 kg Natrium Klorida (NaCl) di Murung Raya. Sementara itu, pesawat PK-YNA dari Pangkalan Bun menyemai 1.600 kg NaCl di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong.

Di sisi lain, pesawat PK-SNK dari Banjarbaru menyelesaikan empat sortie penerbangan dengan menyebar 4.000 kg NaCl. Penyemaian tersebut mencakup wilayah Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.

"Pascaoperasi modifikasi cuaca, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Desa Gunung Batu Kalimantan Selatan, dan Desa Padangin Kalimantan Selatan," kata Suharyanto.

Ilustrasi perlengkapan modifikasi cuaca. Foto: dok. Medcom. 

Ia memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus dilanjutkan secara fleksibel sesuai kemunculan potensi awan hujan guna menuntaskan masalah kabut asap di Pulau Kalimantan.

"Pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan, serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak," ujar Suharyanto.

(Gabriella Thesa Widiari)