Gekrafs Jerman Gelar Forum Bisnis, Buka Peluang Ekonomi Kreatif RI di Eropa

Sejumlah produk ekonomi kreatif Indonesia dipamerkan di Berlin, Jerman. (Andi Tinellung)

Gekrafs Jerman Gelar Forum Bisnis, Buka Peluang Ekonomi Kreatif RI di Eropa

Andi Tinellung • 22 September 2026 07:42

Berlin: Dewan Perwakilan Luar Negeri Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPLN Gekrafs) Jerman menggelar Forum Bisnis di Bunker West, Berlin, Jerman, Sabtu, 19 September 2026.

Forum ini mempertemukan diaspora Indonesia, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang ekonomi kreatif Indonesia di pasar Jerman dan Eropa maupun sebaliknya.

Kegiatan dibuka dengan Tari Yapong yang dibawakan oleh Linda dan Mutiara sebagai salah satu bentuk pengenalan seni dan budaya Indonesia kepada para undangan.

Ketua DPLN Gekrafs Jerman, Hendri Astuti (Indri), kemudian memberikan sambutan pembukaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemilik Bunker West, Albert Rasaev, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada DPLN Gekrafs Jerman untuk menyelenggarakan Forum Bisnis tersebut.

Indri juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menteri Ekraf Apresiasi Forum Bisnis Gekrafs Jerman

Dukungan terhadap penyelenggaraan Forum Bisnis juga disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melalui rekaman video yang diputar dalam acara.

Dalam pesannya, Teuku Riefky menyoroti perkembangan ekonomi kreatif Indonesia serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sektor tersebut. Pemerintah saat ini menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dengan penguatan ekosistem, inovasi, kekayaan intelektual, serta perluasan pasar menjadi bagian dari agenda pengembangannya.

Menteri Ekraf juga menyampaikan apresiasi kepada DPLN Gekrafs Jerman atas terselenggaranya Forum Bisnis tersebut. Kegiatan seperti ini dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi Indonesia di tingkat global.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian. Dalam sambutannya, Kawendra menekankan pentingnya peran Gekrafs sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong perkembangan sektor kreatif Indonesia.

Kawendra juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPLN Gekrafs Jerman yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Forum Bisnis sebagai wadah untuk memperkuat jejaring ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri.

Ekonomi Kreatif Indonesia Tumbuh

Salah satu agenda utama Forum Bisnis adalah sesi Business Talk yang menghadirkan Ketua Koordinator Luar Negeri DPP Gekrafs, Osco Olfriady Letunggamu, dan Febi Adrian, Atase Perdagangan KBRI Berlin.

Dalam salah satu paparannya, Osco memaparkan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia menyebut PDB ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.797,87 triliun, meningkat dari Rp1.611,2 triliun pada 2024. Pertumbuhan ekonomi kreatif tersebut tercatat sebesar 6,86 persen.

Menurut Osco, perkembangan tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor ekonomi kreatif Indonesia dan peluang untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Sementara itu, Febi Adrian menyoroti peran diaspora Indonesia yang berada di berbagai negara, termasuk Jerman. Diaspora, kata dia, dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha dan produk kreatif Indonesia dengan pasar di luar negeri.

Dalam paparannya, Febi juga menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian pembeli di Jerman terhadap produk Indonesia.

"Pembeli Jerman mengharapkan berbagai hal dari produk Indonesia, seperti adanya cerita dan keunikan, kualitas yang konsisten, keberlanjutan yang dapat dibuktikan, serta komunikasi yang responsif," ujarnya, berdasarkan siaran pers yang diterima Metrotvnews.com. 

Dengan kata lain, selain kualitas yang konsisten, produk Indonesia perlu memiliki cerita dan keunikan, mampu menunjukkan aspek keberlanjutan yang dapat dibuktikan, serta didukung komunikasi bisnis yang responsif.

Sesi Business Talk kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan kedua narasumber mengenai peluang dan tantangan membawa produk kreatif Indonesia ke pasar Jerman.

Tak Hanya Bisnis, Seni Budaya Ikut Ditampilkan

Forum Bisnis DPLN Gekrafs Jerman juga menjadi panggung bagi berbagai bentuk ekonomi kreatif Indonesia.

Sejumlah pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari Tari Belibis yang ditarikan oleh Linda dan Mutiara, Tari Betawi oleh Gita, Angklung Orchestra Berlin, hingga pertunjukan Pencak Silat SiGePi Berlin.

Salah satu penampilan yang menjadi sorotan adalah persembahan musik dari Sandhy Sondoro bersama Indro Hardjodikoro.

Kehadiran para seniman tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berbicara mengenai produk dan perdagangan. Seni pertunjukan, musik, budaya, dan kreativitas juga menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif yang memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar internasional.

Selain diskusi dan pertunjukan seni, pengunjung juga dapat melihat langsung berbagai produk Indonesia melalui stan pop-up Indonesia yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.

Berbagai produk ditampilkan, mulai dari kuliner Indonesia, produk makanan, kerajinan tangan, hingga lukisan karya pelukis Daniel Parasaudi.

Stan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat, diaspora Indonesia, dan pelaku bisnis di Jerman.

Forum Bisnis ini dihadiri warga dan diaspora Indonesia, pelaku usaha ekonomi kreatif di Jerman, serta sejumlah undangan. Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani beserta jajaran KBRI Berlin juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Jembatan Indonesia-Jerman

DPLN Gekrafs Jerman berharap Forum Bisnis tidak berhenti sebagai ajang diskusi dan promosi produk, tetapi dapat berlanjut menjadi jejaring kerja sama yang konkret.

Melalui forum tersebut, pelaku ekonomi kreatif Indonesia diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi pasar, jejaring bisnis, mitra potensial, serta peluang untuk memperkenalkan produk dan karya Indonesia di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya maupun sebaliknya.

Di sisi lain, keberadaan diaspora Indonesia diharapkan semakin berperan sebagai jembatan antara Indonesia dan pasar internasional, baik dalam memperkenalkan produk, membangun kepercayaan, maupun membuka peluang kolaborasi.

Dengan mempertemukan unsur bisnis, diaspora, pemerintah, komunitas, seni, dan budaya dalam satu forum, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri serta mendorong semakin banyak karya dan produk Indonesia untuk hadir di pasar Eropa.

Baca juga: Dubes Jerman Soroti Potensi Besar Perluasan Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

(Willy Haryono)