Kabut Asap Pekat, 2 Pesawat Tujuan Bandara Sultan Thaha Jambi Dialihkan

Ilustrasi Anadolu

Kabut Asap Pekat, 2 Pesawat Tujuan Bandara Sultan Thaha Jambi Dialihkan

Solmi • 23 August 2026 16:39

Jambi: Kabut asap mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Kota Jambi, Minggu, 23 Agustus 2026. Dua pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Jambi terpaksa mengalihkan pendaratan (divert) ke bandara lain akibat jarak pandang terbatas.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha, melalui Branch Communication, Corporate Social Responsibility (CSR) & Legal Bandara Sultan Thaha, Syaiful Bachren, membenarkan adanya pengalihan pendaratan dua pesawat tersebut.

Pesawat pertama ialah Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6804. Pesawat jenis Airbus A320 yang membawa 138 penumpang itu mengalihkan pendaratan ke Bandara Hang Nadim, Batam, sekitar pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, pesawat Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-842 juga mengalihkan pendaratan. Pesawat tersebut dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, sekitar pukul 11.31 WIB.

"Pengalihan pendaratan dilakukan sebagai langkah keselamatan bagi penumpang dan awak pesawat di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap," kata Syaiful dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Tim operasional Bandara Sultan Thaha juga berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.

Kabut asap menyebabkan jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha menurun. Menjelang Minggu siang, jarak pandang tercatat sekitar 1.000 meter. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran dan keselamatan proses pendaratan pesawat di landasan pacu.


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)


Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui bandara tersebut untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kondisi penerbangan.

Di tengah kondisi kabut asap, pengelola Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas dalam pelayanan kepada pengguna jasa.

(Whisnu M)