BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan di NTT

Konferensi pers update penanganan darurat gempa bumi di NTT. Foto: YouTube/BNPB_Indonesia.

BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan di NTT

Metro TV • 19 August 2026 18:13

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.002 kali gempa bumi susulan terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.

“Pada tanggal 19 Agustus 2026, berdasarkan catatan kami pada pukul 14.00 WIB BMKG telah mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan dengan magnitude antara 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 86 gempa bumi susulan ini dirasakan oleh masyarakat. Terdapat 25 kejadian dengan magnitude 5 atau lebih,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring BNPB, Rabu, 19 Agustus 2026.
 


Nelly menjelaskan bahwa tingginya frekuensi gempa susulan tersebut merupakan proses penyesuaian kerak bumi pascamunculnya guncangan berskala besar. BMKG terus melakukan pemantauan ketat terkait dinamika aktivitas seismik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

“Aktivitas gempa susulan ini masih terus berlangsung. Secara umum dari grafik kecenderungannya meluruh. Walaupun dalam beberapa periode masih dapat terjadi peningkatan aktivitas,” ujar Nelly.


Konferensi pers update penanganan darurat gempa bumi di NTT. Foto: YouTube/BNPB_Indonesia.

BMKG memproyeksikan frekuensi gempa susulan akan berkurang secara bertahap dalam rentang waktu 21 hingga 30 hari ke depan. Sebagian besar pusat gempa susulan teridentifikasi berpusat di wilayah Flores bagian tengah dan barat.

Karakteristik aktivitas seismik ini berkaitan erat dengan kondisi geologi kawasan Flores yang berada pada jalur back arc thrust fault atau struktur sesar naik, yang terbentuk di belakang busur vulkanik.

(Metro TV/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)