Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang Timur, Lebih dari 20 Orang Terluka

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang Timur, Lebih dari 20 Orang Terluka

Willy Haryono • 23 August 2026 08:51

Tokyo: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang, termasuk Tokyo, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Lebih dari 20 orang dilaporkan terluka, sementara sejumlah rumah mengalami pemadaman listrik dan layanan kereta terganggu.

Dikutip dari NDTV, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat dengan pusat gempa di bagian selatan Prefektur Ibaraki pada kedalaman sekitar 70 kilometer. Tidak ada ancaman tsunami akibat gempa tersebut.

Gempa tersebut mencapai intensitas maksimum 5 lemah pada skala seismik Jepang di sejumlah wilayah Ibaraki, Saitama, Chiba, dan Tokyo. Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di kawasan Kanto.

Menurut otoritas penanggulangan bencana Jepang, lebih dari 20 orang mengalami luka-luka di sejumlah prefektur sekitar Tokyo. Sebagian korban terluka setelah terjatuh atau terbentur benda ketika terkejut akibat guncangan. Seorang perempuan lanjut usia di Yokohama dilaporkan mengalami cedera pinggul serius.

Gempa juga mengganggu layanan transportasi. Sejumlah kereta ekspres yang melayani Tokyo dan Bandara Narita serta kereta lokal menuju wilayah timur laut mengalami keterlambatan. Sementara itu, layanan kereta cepat Shinkansen tetap beroperasi normal.

Di Tokyo, sebuah pipa air bawah tanah di Distrik Koto dilaporkan pecah sehingga air mengalir ke jalan. Pemadaman listrik juga sempat melanda sekitar 460 rumah sebelum pasokan dipulihkan pada Minggu pagi.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengatakan tidak menerima laporan mengenai gangguan di sekitar selusin pembangkit listrik tenaga nuklir dan fasilitas lain yang menangani material nuklir.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas untuk menilai kemungkinan kerusakan akibat gempa.

JMA mengingatkan masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan kuat untuk mewaspadai gempa dengan intensitas serupa selama sekitar satu pekan ke depan.

Gempa tersebut terjadi sekitar sebulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu. Gempa tersebut menewaskan 38 orang dan melukai 364 lainnya serta menyebabkan kerusakan pada ribuan bangunan.

Baca juga:  Korban Tewas Gempa di Kumamoto Jepang Jadi 38 Orang, Ribuan Masih Mengungsi

(Willy Haryono)