Citi Indonesia Bukukan Kredit Rp29,9 Triliun dan DPK Rp72,6 Triliun

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.

Citi Indonesia Bukukan Kredit Rp29,9 Triliun dan DPK Rp72,6 Triliun

Andika Fauzan Azhari • 20 August 2026 18:13

Jakarta: Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp72,6 triliun atau tumbuh 23,29 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan DPK terutama ditopang kenaikan simpanan giro yang tumbuh 36,54 persen menjadi Rp60,4 triliun.

Sementara dari sisi kredit, penyaluran pembiayaan tumbuh 8,05 persen YoY menjadi Rp29,9 triliun. Pertumbuhan tersebut diikuti dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 0,19 persen.

Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketangguhan bisnis dan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan institusional Citi Indonesia.

"Hasil yang kami capai pada semester pertama 2026 menegaskan ketangguhan dan daya saing franchise Citi Indonesia," kata Batara dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan Citi Indonesia Semester I-2026 di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Batara menambahkan, Citi Indonesia akan terus mengoptimalkan jaringan bisnis inti untuk mendukung pertumbuhan nasabah di tengah tantangan ekonomi.

"Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian," tutur Batara.


Jajaran direksi Citi Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan.
 

Menjaga pertumbuhan berkelanjutan


Selain pertumbuhan DPK dan kredit, Citi Indonesia mempertahankan rasio dana murah (Low-Cost Fund/LCF) sebesar 83,23 persen, meningkat dari 75,16 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur permodalan bank juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 31,43 persen.

Capaian tersebut menjadi modal bagi Citi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun dengan mengandalkan segmen korporasi lokal maupun multinasional. Sinergi pada lini bisnis utama juga diarahkan untuk memperkuat posisi Citi Indonesia sebagai mitra perbankan institusional di Indonesia.

(Ade Hapsari Lestarini)