Mendag Ungkap Strategi Perkuat Ekosistem Ekspor Indonesia

Mendag Busan saat membuka Rakernas ke-1 GPEI 2026 di Jakarta. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Mendag Ungkap Strategi Perkuat Ekosistem Ekspor Indonesia

Andika Fauzan Azhari • 25 August 2026 12:32

Jakarta: Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) mengajak Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan seluruh asosiasi eksportir untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Langkah ini dinilai krusial untuk menyelesaikan berbagai tantangan ekspor serta membangun ekosistem perdagangan yang efisien dan berdaya saing.  

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 GPEI 2026 di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap setiap masukan dari pelaku usaha demi mendongkrak ekspor nasional.  

"Pemerintah dan dunia usaha harus terus bersinergi untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin efisien dan berdaya saing. Mari kita selesaikan berbagai pekerjaan rumah ini bersama-sama," ujar Mendag Busan, dikutip Selasa, 25 Agustus 2026.

Salah satu fokus utama yang disorot Mendag adalah optimalisasi perjanjian perdagangan internasional. Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian perdagangan, 2 dalam proses ratifikasi, dan 13 dalam tahap negosiasi. Salah satunya adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang ditargetkan rampung ditandatangani paling lambat akhir Oktober 2026.  

Guna memudahkan pelaku usaha memanfaatkan tarif preferensi tersebut, Kementerian Perdagangan juga telah mengembangkan otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA).
 

 

Dorong UMKM berani ekspor


Selain memperkuat kerja sama internasional, Kemendag terus memacu peran UMKM melalui program UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor). Sepanjang Januari hingga Juli 2026, program ini berhasil mencatatkan potensi transaksi mencapai USD 333,68 juta.  

"Sekitar 60 sampai 70 persen UMKM yang difasilitasi merupakan pelaku usaha yang belum pernah melakukan ekspor sebelumnya," ungkap Mendag.  

Program tersebut didukung penuh oleh penjajakan bisnis (business matching) melalui 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, serta ajang pameran Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.


(Mendag Busan saat mengunjungi booth UMKM di Rakernas ke-1 GPEI 2026. Foto: Biro Humas Kemendag)
 

Lima agenda utama GPEI


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno menyampaikan lima agenda strategis untuk memperkuat ekspor nasional. Kelimanya meliputi diversifikasi pasar, peningkatan inovasi dan nilai tambah, pendampingan UMKM menjadi eksportir, peningkatan efisiensi daya saing, serta optimalisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan.  

"Rakernas ini harus menghasilkan gerakan nasional peningkatan ekspor Indonesia. Mari kita buka pasar baru, lahirkan eksportir baru, dan tingkatkan nilai tambah produk Indonesia di pasar dunia," kata Benny.  

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Bidang Pengembangan Ekspor, Juan Permata Adoe, menambahkan pentingnya integrasi kebijakan untuk menekan biaya logistik dan memperkuat pembiayaan ekspor agar produk Indonesia memiliki daya saing yang makin kuat di tingkat global.

(Husen Miftahudin)