Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger. (Anadolu Agency)
Austria Usir Tiga Staf Kedutaan Besar Rusia atas Dugaan Spionase
Willy Haryono • 5 May 2026 13:36
Wina: Pemerintah Austria telah mengusir tiga staf Kedutaan Besar Rusia di Wina atas dugaan keterlibatan dalam aktivitas spionase, di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait operasi intelijen yang memanfaatkan fasilitas diplomatik.
Keputusan yang diambil di akhir pekan itu merupakan tindak lanjut dari investigasi terhadap infrastruktur pengawasan yang dipasang di atap gedung-gedung diplomatik Rusia di ibu kota Austria.
Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Austria, ORF, perangkat tersebut diduga digunakan untuk mencegat komunikasi satelit organisasi internasional.
Pejabat Austria mengatakan bahwa ketiga individu tersebut dicurigai melakukan aktivitas intelijen yang berkaitan dengan instalasi tersebut. Pemerintah Wina sebelumnya telah meminta agar kekebalan diplomatik mereka dicabut guna memungkinkan proses hukum, namun pihak Moskow tidak memberikan tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.
Akibatnya, ketiga warga negara Rusia tersebut dinyatakan sebagai persona non grata dan saat ini telah meninggalkan Austria. Menteri Luar Negeri Austria, Beate Meinl-Reisinger, menegaskan bahwa pemerintah mengambil sikap tegas terhadap praktik spionase.
“Sangat tidak bisa diterima jika kekebalan diplomatik digunakan untuk melakukan kegiatan spionase,” tegas Meinl-Reisinger, seperti dikutip Anadolu, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kasus ini muncul di tengah pengawasan ketat terhadap aktivitas Rusia di Wina sejak dimulainya perang di Ukraina. Dinas intelijen Austria memperingatkan bahwa operasi semacam itu berisiko merusak reputasi internasional negara tersebut.
Hingga saat ini, Austria telah mengusir total 14 staf diplomatik Rusia sejak tahun 2022, meskipun masih terdapat sekitar 220 personel Rusia yang terakreditasi di berbagai misi diplomatik di negara tersebut. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Uni Eropa Pangkas Jumlah Staf Diplomatik Rusia di Brussel, Moskow Geram