Mengenal 9 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Pertolongan Pertamanya

Ilustrasi Cek Gula Darah. Sumber Foto: Pexels

Mengenal 9 Tanda Tubuh Kelebihan Gula dan Pertolongan Pertamanya

Muhamad Marup • 4 June 2026 23:26

Jakarta: Gula merupakan salah satu komponen bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi utama yang esensial untuk fungsi otak dan tubuh. Namun, perlu diketahui pengonsumsian gula yang berlebih juga tidaklah bagus bagi tubuh kita.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), batas maksimal konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kadar gula harian. 

Dikutip dari halodoc.com, kadar gula yang normal adalah sekitar 70-100 mg/dL. Jika melebihi angka tersebut Anda perlu waspada. Konsumsi gula berlebih mengundang berbagai penyakit dalam tubuh seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hingga kondisi tubuh obesitas.

Lantas apa saja gejala jika kita sedang mengalami gula tinggi? Berikut adalah tanda-tandanya!

Tanda-Tanda Tubuh Alami Gula Tinggi

1. Mudah lelah

Kelelahan menjadi gejala yang umum bagi penderita gula darah tinggi, khususnya pada pengidap diabetes. Terlepas dari banyaknya aktivitas ataupun kurangnya waktu tidur, banyak orang dengan kondisi tersebut menjadi mudah lelah.

Hal ini didukung dengan studi di Biological Research for Nursing berjudul Real-Time Associations Between Glucose Levels and Fatigue in Type 2 Diabetes: Sex and Time Effect. Peningkatan glukosa dalam tubuh wanita dapat memengaruhi tingkat kelelahan.

2. Penglihatan kabur

Kadar glukosa yang terlalu tinggi juga dapat merusak pembuluh darah kecil pada bagian mata. Ketajaman penglihatan dapat berpotensi menurun.

Hal ini dapat terjadi karena gula yang tinggi bisa membuat lensa dalam mata membengkak sehingga penglihatan jadi tidak fokus. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi kondisi lain, salah satunya seperti ulkus kornea.

3. Nyeri pada kaki

Saraf dalam tubuh juga bisa mengalami kerusakan saat tubuh terlalu banyak mendapat gula, salah satunya terjadi gejala nyeri pada kaki. Kondisi ini disebut neuropati diabetik yang sebenarnya bisa terjadi di saraf bagian tubuh manapun, tetapi umumnya paling sering terjadi di kaki.

Proses pemompaan darah dari kaki ke jantung jadi lebih sulit dibandingkan tubuh lain. Dengan demikian, kaki terasa kesemutan, nyeri, atau bahkan mati rasa.

4. Gerak tubuh lebih lamban

Gula darah yang tinggi menimbulkan lonjakan insulin yang bisa menjadi masalah pada organ tubuh lainnya. Alhasil energi menjadi tidak stabil.

Saat tubuh Anda terlalu banyak mengonsumsi gula, tingkat gula darah juga semakin tinggi. Terjadi pasang surut energi yang memengaruhi kecepatan gerak tubuh Anda.

5. Luka lama untuk sembuh

Tingginya gula darah juga bisa menyebabkan proses sembuhnya luka menjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan saraf pada pembuluh darah yang membuat sirkulasi darah tubuh terganggu. 

6. Sering Merasa Haus dan Buang Air Kecil

Ketika kadar gula di dalam darah terlalu tinggi, ginjal akan bekerja keras untuk menyaring dan membuang kelebihan gula tersebut melalui urine. Proses ini menarik cairan dari jaringan tubuh lainnya, sehingga memicu dehidrasi dan membuat tubuh terus menerus merasa haus. Jika merasa haus secara ekstrem meskipun sudah minum banyak, kondisi ini juga sering kali menjadi tanda resistensi insulin atau diabetes.

7. Munculnya Masalah Kulit dan Jerawat

Kelebihan gula dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan meningkatkan produksi sebum (minyak) pada kulit. Akibatnya, jerawat sering mudah muncul sehingga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat merusak kolagen, yang mempercepat penuaan dini dan kerutan.

8. Kecanduan Makanan Manis

Tanda lainnya yang menandakan tubuh kelebihan gula adalah kecanduan makanan manis. Dengan mengkonsumsi gula berlebih, hormon dopamin di otak yang menciptakan rasa senang dan ketagihan akan terus meminta asupan manis yang lebih besar. Sinyal ini sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar, padahal tubuh hanya mengalami kecanduan.

9. Berat Badan Meningkat, Terutama di Area Perut

Gula berlebih yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Tingginya kadar insulin akibat konsumsi gula  dapat menghambat proses pembakaran lemak, sehingga memicu kenaikan berat badan secara signifikan terutama di sekitar lingkar perut.

Ilustrasi diabetes. Sumber Foto: Pexels

Pertolongan Pertama Saat Gula Darah Tinggi

Terdapat sejumlah cara yang dapat Anda lakukan sebagai langkah pertolongan pertama saat gula darah tinggi, di antaranya:
  1. Minum banyak air untuk membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urine.
  2. Berolahraga ringan seperti berjalan untuk membantu menurunkan gula darah.
  3. Menghindari makanan berkarbohidrat atau gula tinggi saat gula darah sedang naik.
  4. Jika seseorang dengan diabetes tipe 1 mengalami gula darah tinggi, segera periksa tingkat keton di urine karena resiko ketoasidosis diabetik, yang merupakan kondisi darurat medis.
  5. Jika gula darah tetap tinggi atau pasien mengalami keluhan seperti kelelahan berat, bingung atau kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis untuk penanganan lebih lanjut.
Itu dia informasi seputar sinyal yang diberikan oleh tubuh ketika kelebihan gula darah. Mari bijak mengkonsumsi gula untuk hidup yang lebih sehat.



(Eunike Michelle Gultom, Surya Mahmuda)

(Muhamad Marup)