Ilustrasi: Medcom.id
Influencer TikTok Meksiko Tewas Ditembak saat Siaran Langsung
Muhammad Reyhansyah • 6 August 2026 12:46
Culiacan: Seorang influencer media sosial asal Meksiko dengan sekitar 650 ribu pengikut di TikTok tewas ditembak saat sedang melakukan siaran langsung.
Korban bernama Cesar Gastelum ditembak hingga tewas pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Kota Culiacan, ibu kota Negara Bagian Sinaloa. Penembakan terjadi di dekat kantor kejaksaan setempat.
Video yang diperoleh Associated Press memperlihatkan Gastelum sedang tertawa bersama dua pria lain di area parkir sebuah gerai Kentucky Fried Chicken ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor mendekat.
Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata api dan menembak Gastelum sebelum keduanya melarikan diri dari lokasi.
Sinaloa dalam beberapa tahun terakhir dilanda konflik antara dua faksi Kartel Sinaloa, yakni Los Mayos dan Los Chapitos. Persaingan kedua kelompok itu telah memicu gelombang kekerasan di wilayah tersebut.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintah akan mengusut motif pembunuhan tersebut.
"Kita harus mencari tahu mengapa pembunuhan yang sangat memprihatinkan ini terjadi," kata Sheinbaum dalam konferensi pers, dikutip dari Al Jazeera.
"Pelakunya harus ditangkap," tambahnya.
Dalam kontennya, Gastelum kerap menyebut dirinya sebagai "belico", istilah yang dalam sejumlah subkultur di Meksiko sering dikaitkan dengan budaya kartel.
Kabinet keamanan Meksiko dan jaksa setempat mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Menurut mereka, Gastelum diduga pernah mengunggah sejumlah video yang merujuk pada salah satu faksi kelompok kriminal.
Kasus Kedua yang Terjadi saat Siaran Langsung
Peristiwa ini menjadi kasus kedua influencer Meksiko yang tewas saat melakukan siaran langsung di TikTok.Pada Mei 2025, influencer kecantikan berusia 23 tahun, Valeria Marquez, juga ditembak hingga tewas saat melakukan siaran langsung di TikTok di Negara Bagian Jalisco.
Tidak lama setelah kejadian itu, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada lima pemimpin kartel narkoba Meksiko, termasuk tersangka utama dalam pembunuhan Marquez.
Sanksi tersebut ditujukan kepada Kartel Jalisco New Generation (CJNG), yang menurut pemerintahan Presiden Donald Trump bertanggung jawab atas masuknya sebagian besar fentanyl dan narkotika ilegal lainnya ke Amerika Serikat.
Kartel tersebut dipimpin Nemesio Ruben "El Mencho" Oseguera Cervantes, yang termasuk dalam daftar lima tokoh yang dikenai sanksi. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah sebesar USD15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Seorang komandan kartel yang merupakan orang dekat El Mencho, Ricardo Ruiz Velasco, juga dikenai sanksi. Departemen Keuangan AS menyebut Velasco sebagai tersangka utama pembunuhan Marquez, yang disebut sebagai pasangan romantisnya.
Pada Rabu, pemerintahan Trump juga mengumumkan hadiah hingga USD102 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan atau vonis terhadap delapan pemimpin CJNG.