Musik A Cappella dan Tari Tradisional Pererat Pertukaran Budaya di Sekolah Bekasi

Para siswa menampilkan tari tradisional Indonesia dan tari hip-hop di Sekolah Victory Plus, Bekasi, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.

Musik A Cappella dan Tari Tradisional Pererat Pertukaran Budaya di Sekolah Bekasi

Deny Irwanto • 6 August 2026 20:02

Jakarta: Pertunjukan grup a cappella Harvard Din & Tonics di Sekolah Victory Plus, Bekasi, menghadirkan pengalaman pertukaran budaya bagi para siswa, guru, orang tua, dan alumni. Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang mempertemukan seni dan budaya dari latar belakang yang berbeda.

Salah satu anggota Harvard Din & Tonics, Chris, mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya sejak tiba di lingkungan sekolah. Menurutnya, keramahan para siswa memberikan kesan positif selama kunjungan berlangsung.

"Saya sempat bertemu beberapa siswa saat jalan di koridor sekolah, dan keramahan mereka benar-benar membuat kami merasa sangat diterima," kata Chris dalam keterangan tertulis.

Chris menambahkan antusiasme warga sekolah membuat penampilan grupnya terasa semakin berkesan. Ia juga berharap dapat berbagi pengalaman sekaligus mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan di Indonesia.

"Kami mendapatkan ruang yang sangat luas untuk bernyanyi di hadapan sekitar 500 orang. Saya tidak sabar untuk membagikan musik kami kepada mereka sekaligus belajar lebih banyak tentang pendidikan luar biasa yang berlangsung di IB World School ini," ujarnya.

Suasana acara semakin semarak ketika para siswa menampilkan tari tradisional Indonesia dan tari hip-hop. Penampilan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi seni yang mencerminkan keberagaman budaya sekaligus kreativitas para pelajar.


Pertunjukan grup a cappella Harvard Din & Tonics di Sekolah Victory Plus, Bekasi, Jawa Barat. Dokumentasi/ istimewa.

Kegiatan itu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar di luar kelas. Kehadiran Harvard Din & Tonics memperlihatkan bahwa minat di bidang seni dapat berkembang seiring dengan pencapaian akademik.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak melihat pentingnya mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas positif. Pengalaman berinteraksi dengan tamu dari latar belakang berbeda diharapkan dapat memperluas wawasan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkuat kemampuan berkolaborasi dalam lingkungan yang semakin beragam.

 

(Deny Irwanto)