Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Masih Mungkin Tercapai
Willy Haryono • 21 April 2026 06:54
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin, 20 April 2026, bahwa dirinya tidak berada di bawah tekanan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, meski ia menilai peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan bertolak ke Pakistan pada Selasa ini untuk mengikuti negosiasi langsung dengan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Negosiasi dinilai berada di titik krusial menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan yang disepakati pada 7 April lalu.
“Jika pemimpin baru Iran bertindak cerdas, Iran bisa memiliki masa depan yang besar dan sejahtera,” tulis Trump di media sosial.
Konflik saat ini berada pada fase kritis. AS dan Iran sebelumnya menyepakati penghentian sementara pertempuran pada 7 April, yang akan berakhir pada Selasa ini, 21 April 2026.
Jika gencatan senjata berakhir dan kesepakatan belum tercapai, maka “banyak bom akan mulai meledak,” ujar Trump dalam wawancara dengan PBS News.
Kepada Bloomberg News, Trump mengatakan kecil kemungkinan gencatan senjata akan diperpanjang jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. Ia menyebut masa jeda tersebut akan berakhir pada Rabu malam waktu Washington.
Sikap Iran
Sementara itu, sejumlah pejabat Iran memberikan sinyal beragam terkait keikutsertaan dalam negosiasi putaran kedua dengan AS di Islamabad, Pakistan.Mereka menyatakan bahwa langkah AS terkait konflik Israel-Lebanon serta blokade laut terhadap pelabuhan Iran telah merusak kepercayaan dan mempersulit negosiasi.
“Memenuhi komitmen adalah dasar dari dialog yang bermakna,” tulis Presiden Iran Masoud Pezeshkian di platform X.
Ia menambahkan bahwa ketidakpercayaan historis Iran terhadap pemerintah AS masih kuat, dan sinyal yang bertentangan dari pejabat Amerika menunjukkan tekanan agar Iran menyerah. “Rakyat Iran tidak tunduk pada tekanan,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah laporan media menyebut Teheran tetap berencana mengirim delegasi. Pakistan saat ini berupaya memediasi kesepakatan damai setelah ketegangan akhir pekan lalu mengguncang stabilitas gencatan senjata.
Pada Minggu, Angkatan Laut AS menembaki kapal komersial berbendera Iran yang mencoba melewati blokade laut AS di Selat Hormuz. Insiden tersebut menjadi yang pertama sejak blokade diberlakukan, dan oleh Teheran dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Konflik meningkat sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Trump menyatakan tujuan utamanya adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: Iran Tolak Bernegosiasi dengan AS di Bawah Bayang-Bayang Ancaman