Permukiman Padat di Tallo Makassar Terbakar, 90 KK Terdampak

Kebakaran di permukiman padat penduduk di Makassar. (MI/Lina)

Permukiman Padat di Tallo Makassar Terbakar, 90 KK Terdampak

Lina Herlina • 31 July 2026 12:48

Makassar: Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat dini hari, 31 Juli 2026. Sedikitnya 50 unit rumah semipermanen ludes dilalap api, menyebabkan 90 kepala keluarga (KK) terdampak.

"Laporan awal ada 90 KK, tapi masih kita berusaha verifikasi lagi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar. 

Api pertama kali dilaporkan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar pada pukul 01.26 Wita. Armada pemadam pertama tiba di lokasi 10 menit kemudian, tepatnya pukul 01.36 Wita.

Kobaran api berhasil dikuasai pukul 04.10 Wita, setelah petugas berjibaku selama lebih dari dua jam memadamkan api yang dengan cepat membesar.

Korsleting Diduga Jadi Penyebab Kebakaran

Berdasarkan laporan awal BPBD, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena mayoritas merupakan bangunan semipermanen berbahan kayu yang berdiri saling berdekatan.

“Rumah semipermanen, kayu ditambah angin cukup kencang,” ungkap Kepala Damkarmat Makassar Fadli Wellang.

Kebakaran di permukiman padat penduduk di Makassar. (MI/Lina)

Sebanyak 30 unit mobil pemadam dan 1 unit *rescue* dikerahkan ke lokasi, didukung oleh 80 personel pemadam dari Pos Ujung Tanah dan Mako Damkarmat serta 10 personel penyelamatan. Penanganan kebakaran melibatkan personel BPBD Kota Makassar, TNI, dan Polri.

BPBD menyiapkan tahapan pemulihan bagi warga terdampak, termasuk penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga trauma healing apabila diperlukan. Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak meliputi terpal, baby kit, family kit, first aid kit, sarung, pakaian, selimut, serta dua unit tenda berukuran 4 x 6 meter.

(Lukman Diah Sari)