SPBU Pertamina. Foto: dok Metrotvnews.com
Prabowo Perintahkan Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Achmad Zulfikar Fazli • 4 August 2026 19:46
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan di tengah dinamika harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Arahan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta.
"Kami juga membahas terkait dengan perkembangan harga minyak dunia yang terus terjadi dinamika yang sangat tinggi. Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi untuk tidak boleh dinaikkan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Dia mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga BBM non-subsidi apabila harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) di pasar dunia turun.
"Tetapi kalau memang harga ICP dunia turun, kita juga yang non-subsidi dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan, kira-kira begitu," ujar Bahlil.
_%20(ANTARA_Fathur%20Rochman).jpg)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Harga minyak turun lebih dari lima persen, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan militer terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar USD83,40 dolar per barel (sekitar Rp1,5 juta) pada pukul 06.05 GMT (13.05 WIB), Senin, 3 Agustus 2026.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, turun enam persen menjadi USD79,60 dolar (sekitar Rp1,4 juta) per barel.
Harga minyak turun tajam seiring dengan meningkatnya harapan terhadap dimulainya lagi diplomasi untuk meredakan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga BBM non-subsidi secara bertahap. Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter. Harga Pertalite tetap Rp10 ribu per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.