Tata Kelola Perbaikan Gizi Didorong Diperkuat melalui Penyempurnaan Desain Program

Ilustrasi dapur MBG/SPPG. Foto: Dok. Antara.

Tata Kelola Perbaikan Gizi Didorong Diperkuat melalui Penyempurnaan Desain Program

Deny Irwanto • 15 August 2026 14:13

Jakarta: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendorong penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring komitmen pemerintah untuk melanjutkan program tersebut dengan sejumlah perbaikan dan efisiensi.

Charles menilai penyempurnaan desain program dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan MBG agar berjalan semakin efektif dan memiliki sistem pengelolaan yang lebih baik.

"yang harus digaris bawahi, tadi bapak presiden sudah menyampaikan dengan tegas bahwa yang mencuri atau mau korupsi dari program MBG adalah biadab," kata Charles di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Charles, evaluasi terhadap desain MBG diperlukan agar sistem yang diterapkan dapat semakin kuat dalam mendukung tujuan program. Ia pun mengusulkan adanya rancangan ulang terhadap sejumlah aspek pengelolaan MBG.

"Oleh karena itu saya merasa kita tetap harus mengubah desain. Karena dengan desain yang ada saat ini, tidak kebal terhadap korupsi." jelasnya

Ilustrasi dapur MBG/SPPG. Foto: Dok. Antara.


Charles mengatakan penguatan tata kelola perlu dilakukan di seluruh tahapan pelaksanaan, termasuk pada proses penyediaan makanan. Menurut dia, perhatian terhadap sistem pengelolaan di tingkat dapur juga menjadi bagian penting dalam evaluasi program.

"Apalagi korupsi itu bukan hanya pada pengadaan BGN saja, tetapi di dapur-dapur ketika menyiapkan makanan tetap bisa terjadi kasus korupsi," ungkap Charles.
 

Usul Dapur Lebih Dekat dengan Sekolah


Sebagai salah satu gagasan, Charles mengusulkan agar pengelolaan dapur MBG ditempatkan lebih dekat dengan sekolah. Menurut dia pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk menyederhanakan sejumlah proses pengadaan sekaligus memperkuat keterlibatan lingkungan sekolah.

"jadi jika dari saya, kembalikanlah dapur ke sekolah, sehingga bisa dikelola oleh orang tua murid dan kasus korupsi akan semakin kecil kemungkinannya di program MBG" ungkapnya.

Usulan tersebut disampaikan Charles sebagai bagian dari pandangannya terhadap penyempurnaan desain MBG. Ia menilai evaluasi dan perbaikan sistem dapat terus dilakukan seiring dengan pelaksanaan program di berbagai daerah.

Dengan adanya penyempurnaan tata kelola, pelaksanaan MBG diharapkan dapat semakin efisien sekaligus memastikan manfaat program dapat diterima masyarakat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

 

(Deny Irwanto)