Empat Kabupaten di NTT Tetapkan Status Darurat Bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. ANTARA/Anita Permata Dewi

Empat Kabupaten di NTT Tetapkan Status Darurat Bencana

Whisnu Mardiansyah • 16 August 2026 09:13

Kupang: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari sebagai respons terhadap meningkatnya dampak bencana gempadi sejumlah wilayah. Beberapa pemerintah kabupaten juga telah menetapkan status kedaruratan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah daerah terus memperkuat upaya penanganan bencana melalui penetapan status darurat dan pembentukan pos komando.

"Mer espons eskalasi bencana, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan," kata Berton di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kabupaten Manggarai menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 319 Tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Manggarai juga membentuk pos komando melalui Keputusan Bupati Nomor 320 Tahun 2026 untuk mendukung koordinasi penanganan bencana.
 


Sementara itu, Kabupaten Ngada menetapkan masa Tanggap Darurat Bencana selama 30 hari, mulai 15 Agustus hingga 15 September 2026. Pemerintah daerah juga membentuk pos komando melalui Keputusan Bupati Nomor 441 dan Nomor 442/KEP/HK/2026.

Kabupaten Manggarai Timur turut menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026. Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Di lokasi bencana, tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penyisiran untuk mendata dan memverifikasi dampak gempa. Upaya tersebut dilakukan guna memperbarui data serta memastikan kebutuhan penanganan di setiap wilayah terdampak.


Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)


Untuk memperkuat pelayanan kesehatan selama masa darurat, rumah sakit lapangan telah didirikan dan mulai beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Fasilitas itu digunakan untuk mendukung layanan medis bagi warga terdampak bencana.

Dari sisi mobilitas, jalur darat yang menghubungkan Larantuka-Maumere dilaporkan sudah kembali terhubung dan dapat dilalui kendaraan. Akses tersebut mendukung pergerakan logistik dan proses evakuasi di wilayah terdampak.

Namun, jalur darat yang menghubungkan Ende-Nagekeo masih terputus akibat dampak gempa. Tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif untuk mendukung distribusi bantuan dan kebutuhan evakuasi.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak, termasuk pemutakhiran data, pelayanan medis, serta pembukaan akses untuk mendukung distribusi logistik.

(Whisnu M)