Skuad Persib Bandung berfoto sebelum pertandingan menghadapi Ratchaburi pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League (ACL) II di Stadion Ratchaburi, Na Muang, Rabu (11/2/2026) waktu setempat. persib.co.id
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke Persib Bandung, Denda Rp3,5 Miliar dan 2 Laga Kandang Tanpa Penonton
Whisnu Mardiansyah • 13 May 2026 21:51
Bandung: Klub Liga Indonesia, Persib Bandung, mendapatkan sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Hukuman ini merupakan imbas dari kerusuhan yang terjadi pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions Asia (ACL) 2 saat Persib menghadapi Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pertengahan Februari lalu.
Dilansir dari rilis AFC, Rabu, 13 Mei 2026, Persib Bandung setidaknya menerima dua hukuman. Pertama, denda sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar. Kedua, dua pertandingan kandang di kompetisi AFC harus digelar tanpa penonton.
"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000/- yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC," tulis AFC.
"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk memainkan dua (2) pertandingan dengan penutupan stadion penuh. Perintah ini berlaku untuk dua (2) pertandingan kandang Persib Bandung (IDN) berikutnya yang dimainkan di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub putra AFC," demikian bunyi rilis AFC.
Selain dua hukuman di atas, Persib Bandung juga diberikan masa percobaan selama dua tahun. Apabila pelanggaran serupa kembali terjadi, AFC dapat menjatuhkan sanksi yang lebih berat.
Menurut AFC, Persib Bandung terbukti melanggar Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC pasal 64 dan 65 serta Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC pasal 35. Pada pertandingan tersebut, oknum suporter Persib Bandung melakukan sejumlah pelanggaran. Mereka menyalakan suar dan kembang api ketika laga berlangsung.
Selanjutnya, oknum suporter juga melemparkan berbagai objek ke dalam lapangan selama pertandingan. Mereka juga merusak benda-benda di stadion, seperti kursi hingga papan iklan.
Selain itu, oknum suporter Persib Bandung terbukti melakukan tindakan fisik serta mengeluarkan kata-kata kasar dan penghinaan kepada tim lawan serta perangkat pertandingan.
AFC juga menilai Persib Bandung sebagai tuan rumah gagal memastikan semua lorong umum, koridor, tangga, pintu, gerbang, dan jalur keluar darurat tetap bebas dari halangan. Kondisi itu disebabkan oleh penonton yang menghalangi lorong dan atau tangga selama pertandingan, sehingga dapat menghambat pergerakan bebas dan keselamatan penonton.