Gejala Hantavirus Mirip Flu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Ilustrasi Pexels

Gejala Hantavirus Mirip Flu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Muhamad Marup • 12 May 2026 18:52

Jakarta: Hantavirus menjadi perhatian masyarakat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan infeksi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang mengakibatkan 3 penumpang meninggal dunia. Meski bukan virus baru, masih banyak masyarakat yang awam terhadap virus yang bersumber dari hewan pengerat seperti tikus tersebut.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Beny Rahman Khomaini, menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit infeksi yang perlu diwaspadai. Hantavirus dapat menyerang organ vital tubuh dan berisiko menyebabkan kematian.

"Penularan hantavirus berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan dan tingginya paparan terhadap habitat tikus," ujar Beny, mengutip laman resmi Umsida, Selasa, 12 Mei 2026.

Gejala awal mirip flu

Beny menjelaskan bahwa gejala awal hantavirus sekilas menyerupai penyakit infeksi virus pada umumnya. Gejala yang muncul yaitu demam atau panas tinggi, nyeri kepala, nyeri otot seperti pegal-pegal, nyeri perut, mual, diare.

"Kemudian diikuti gejala batuk, mirip seperti sakit flu (flu like syndrome)," jelasnya.

Ia mengatakan gejala awal tersebut biasanya berlangsung sekitar tiga hingga tujuh hari. Namun apabila tidak sembuh dan sakit berlanjut, gejala pernapasannya akan semakin parah, meningkat menjadi sesak nafas berat

Pada kondisi ini pula, menurut Beny, terjadi gangguan sistem pembuluh darah yang ditandai dengan perdarahan bawah kulit berupa lebam kulit (petekie), dan gangguan fungsi ginjal (gagal ginjal akut) yang ditandai dengan penurunan volume urine atau air kencing

"Bahkan pada kondisi yang lebih parah, pasien dapat mengalami syok yang ditandai tekanan darah turun dan denyut nadi cepat," katanya.

Kapan konsultasi ke dokter?

Waspada Wabah, Ini 3 Metode Mudah Pencegahan Hantavirus di Rumah

Ilustrasi: Freepik

Beny juga menjelaskan bahwa masa inkubasi hantavirus berkisar antara 7 hingga 32 hari sejak seseorang terpapar virus hingga muncul gejala awal.

Ia menyarankan untuk segera memeriksakan ke dokter bila mengalami gejala awal, terutama dengan riwayat risiko paparan terhadap tikus atau lingkungan yang dekat dengan habitat tikus. 

"Segera ke rumah sakit bila didapatkan gejala yang berat. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Beny menekankan, apabila menderita hantavirus sebaiknya dirawat di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, pasien dapat dipantau atau diobservasi sakitnya, istirahat yang cukup, minum yang cukup.

"Terapi akan diberikan sesuai berat ringannya penyakit," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)