Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3 km mengarah ke arah tenggara atau Besuk Kobokan pada Selasa pagi, 14 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Semeru Meletus Lagi Jumat Pagi, Waspada Awan Panas dan Lahar
Lukman Diah Sari • 22 May 2026 09:04
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Jumat pagi, 22 Mei 2026. Ketinggian letusan tercatat mencapai 1.000 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara.
"Saat laporan tersebut dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung," ucap dia.
Liswanto menjelaskan bahwa Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak pada Jumat (22/5/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.