37 Kasus Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan Sepanjang Januari-Mei 2026

Petugas Damkarmat Lampung Selatan bersama masyarakat saat melakukan upaya pemadaman api yang membakar salah satu rumah warga di Kecamatan Kalianda. (ANTARA/Riadi Gunawan)

37 Kasus Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan Sepanjang Januari-Mei 2026

Silvana Febiari • 19 May 2026 15:52

Lampung Selatan: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mencatat sebanyak 37 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan Mei 2026. Kebakaran rumah tinggal menjadi kasus yang paling mendominasi dengan total 18 kejadian.

“Dari total 37 kasus kebakaran yang kami tangani hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 18 di antaranya merupakan kebakaran rumah warga,” ujar Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026. 
 


Selain rumah tinggal, ia mengatakan kebakaran juga terjadi di sejumlah fasilitas usaha dan bangunan lainnya. Beberapa di antaranya meliputi gudang minyak, pabrik kopra, bank sampah, bus penumpang, hingga bangunan pondok pesantren.

“Berdasarkan data Damkarmat Lampung Selatan, wilayah Kecamatan Jati Agung menjadi daerah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi yakni tujuh kasus, disusul Kecamatan Kalianda dan Natar masing-masing lima kasus,” katanya.

Untuk meminimalkan dampak kebakaran, pihak Damkarmat menekankan pentingnya laporan cepat dari masyarakat guna mengatasi kendala jarak tempuh menuju lokasi kejadian. Selain menangani kebakaran, Damkarmat Lampung Selatan juga melakukan berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran atau evakuasi.

“Tercatat sebanyak 265 kasus evakuasi berhasil ditangani selama periode Januari hingga Mei 2026. Kasus tersebut didominasi evakuasi sarang tawon sebanyak 161 kejadian dan penanganan ular sebanyak 58 kejadian,” ucapnya.


Ilustrasi kebakaran. (Antara)


Atas tingginya kasus kebakaran tersebut, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terutama, memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.

“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap potensi bahaya kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik, kompor, maupun sumber api lainnya sebelum meninggalkan rumah,” ungkap dia.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga terus menggencarkan edukasi pencegahan kebakaran melalui program sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat di 17 kecamatan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)