Tiongkok Robohkan Rumah Viral 10 Lantai yang Disebut Mirip Karya Studio Ghibli

Rumah unik mirip karya Hayao Miyazaki di Tiongkok akhirnya dihancurkan setelah bertahun-tahun pemiliknya menolak pembongkaran. (Taipei Times)

Tiongkok Robohkan Rumah Viral 10 Lantai yang Disebut Mirip Karya Studio Ghibli

Dimas Chairullah • 23 May 2026 16:50

Beijing: Pihak berwenang Tiongkok merobohkan sebuah rumah bertingkat 10 yang selama bertahun-tahun menolak perintah pembongkaran di Provinsi Guizhou, barat daya Tiongkok.

Bangunan unik milik Chen Tianming itu sebelumnya viral di media sosial dan menjadi objek wisata alternatif karena bentuknya yang menyerupai labirin bertingkat.

Mengutip Channel News Asia pada Jumat, 22 Mei 2026, rumah tersebut dibongkar menggunakan alat berat pada Rabu, 20 Mei lalu, dan hanya menyisakan lantai pertama bangunan.

Chen Tianming (43) diketahui menghabiskan hampir delapan tahun serta dana sekitar 200.000 yuan untuk memperluas rumah batu sederhana milik keluarganya menjadi bangunan tinggi dengan tambahan balkon kayu, tangga sempit, dan struktur bertingkat lainnya.

Karena bentuknya yang eksentrik, sejumlah wisatawan dan media membandingkan bangunan itu dengan karya fantasi animator Jepang Hayao Miyazaki yang dibuatkan filmnya oleh Studio Ghibli.

Pemerintah setempat sejak lama menyatakan bangunan tersebut tidak memiliki izin resmi dan dinilai membahayakan keselamatan.

“Saya tidak merasa menyesal, karena penyesalan tidak ada gunanya,” kata Chen.

Ia mengaku aparat membawa dirinya dan kedua orang tuanya keluar dari lokasi pada pagi hari sebelum proses pembongkaran dimulai.

Bermula dari Sengketa Lahan

Kisah rumah tersebut bermula pada 2018 ketika sebagian besar desa di Xingyi, Guizhou, dibongkar untuk proyek resor wisata. Chen menolak pindah dan tetap mempertahankan rumah keluarganya.

Meski proyek pariwisata pemerintah akhirnya gagal, Chen terus menambah lantai bangunan rumahnya selama beberapa tahun berikutnya.

Pada Agustus 2024, rumah tersebut resmi dinyatakan sebagai bangunan ilegal dan Chen diperintahkan merobohkan seluruh struktur tambahan. Ia sempat mengajukan banding dan mengirim petisi ke pemerintah daerah maupun pengadilan, tetapi upayanya tidak berhasil.

Beberapa hari sebelum pembongkaran, Chen menerima surat peringatan terakhir yang memintanya mengosongkan bangunan atau menghadapi konsekuensi hukum.

Meski rumahnya kini telah dihancurkan, Chen mengatakan dirinya masih mencari bantuan hukum untuk menantang keputusan pembongkaran tersebut.

Baca juga:  Pameran di Tiongkok Ajak Pengunjung Kembali ke Zaman Dinosaurus

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)