Menlu RI Dorong Kemitraan ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Energi, Pangan, dan Kesehatan

Pertemuan Menlu ASEAN dengan Menlu Rusia di Manila, Filipina. Foto: Kemlu RI

Menlu RI Dorong Kemitraan ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Energi, Pangan, dan Kesehatan

Muhammad Reyhansyah • 23 July 2026 19:05

Manila: Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong kemitraan ASEAN dan Rusia diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat melalui kerja sama di sektor energi, pangan, dan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam pertemuan ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC) pada Rabu, 22 Juli 2026. 

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, ia mengatakan ketahanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga mengantisipasi risiko, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjaga perdamaian dalam jangka panjang.

"Ketahanan tidak hanya sekadar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang," ujar Menlu Sugiono.

Menlu Sugiono menilai penguatan arsitektur energi kawasan menjadi salah satu agenda penting dalam kemitraan ASEAN-Rusia. Menurutnya, Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia 2026-2030 dapat menjadi pijakan untuk membangun ketahanan energi kawasan secara berkelanjutan.

"Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 menjadi landasan kuat dalam membangun ketahanan energi jangka panjang," katanya.

Selain energi, Menlu Sugiono juga menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis. Sebagai salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia, peran Rusia penting untuk mengamankan pasokan pangan di ASEAN.

"Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi," kata Menlu Sugiono.

Ia menambahkan, penerapan teknologi pertanian modern dan praktik climate-resilient farming juga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Penguatan sistem kesehatan kawasan turut menjadi perhatian Indonesia. Menlu Sugiono mengatakan peningkatan kapasitas serta pertukaran pelatihan bagi tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat kesehatan di masa mendatang.

Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan kerja sama ASEAN dan Rusia harus tetap berlandaskan prinsip multilateralisme serta penghormatan terhadap hukum internasional. Sentralitas ASEAN, menurutnya, perlu terus menjadi pedoman dalam pengembangan kemitraan tersebut.

(Fajar Nugraha)